Petugas pemadam kebakaan saat berupaya memadamkan api (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Petugas pemadam kebakaan saat berupaya memadamkan api (Foto : Dokumen MalangTIMES)

Memasuki pertengahan Desember 2019, jumlah kebakaran yagg terjadi di Kabupaten Malang tercatat ada 117 kali. Jika dirata-rata, dalam satu bulan ada lebih dari 9 kejadian.

Kepala bidang PPBK (Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran) Kabupaten Malang, Goly Karyanto, menjelaskan jika banyaknya kebakaran yang terjadi di tahun ini, tidak sebanding dengan jumlah personel yang dimiliki oleh petugas kebakaran.

”Saat ini hanya ada 46 personel. Padahal kalau melihat luasnya wilayah, idealnya antara 75 sampai 100 personel,” keluh Goly kepada MalangTIMES.com.

Masih menurut Goly, 46 personel tersebut disebar di beberapa posko. Selain di mako utama, yakni di kawasan Jalan Agus Salim, Kota Malang. Beberapa personel juga ditempatkan di lokasi yang rawan terjadi kebakaran. Seperti misalnya di daerah Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

”Rencananya akan buka posko di wilayah (Kecamatan) Singosari. Kalau sudah terlaksana ya jelas harus tambah personel,” terang Goly.

Jumlah personel yang hanya 46 orang tersebut, lanjut Goly, hanya bisa dimaksimalkan untuk menanggulangi kebakaran. Sebab 1 mobil pemadam kebakaran standartnya diisi oleh 6 orang. Sedangkan saat ini, PMK Kabupaten Malang memiliki 7 unit mobil pemadam kebakaran.

”Kalau semua mobil pemadam kebakaran yang kami miliki dikerahkan, total butuh 42 personel. Sedangkan saat ini hanya ada 46 personel, belum lagi yang piket. Sesuai ketentuan Undang-undang, pencegahan dan tindakan pemadam kebakaran harus dilaksanakan, dan harus mengutamakan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Goly.

Di sisi lain, jika dibandingkan dengan tahun 2018, jumlah kebakaran di Kabupaten Malang memang meningkat secara signifikan. Sebab tahun lalu, hanya ada 86 insiden kebakaran yang terjadi di Kabupaten Malang.