Salah satu rumah warga yang retak akibat gempa (Foto : BPBD Lumajang / Jatim TIMES)
Salah satu rumah warga yang retak akibat gempa (Foto : BPBD Lumajang / Jatim TIMES)

Sejak Rabu siang (13/11) kemarin aktivitas Gunung Lemongan menyebabkan terjadi gempa lokal di empat desa di sekitar Gunung Lemongan Klakah Lumajang.

Gempa terjadi berkali-kali sejak siang hingga pukul 22.00 rabu malam, dan tercatat dua kali gempa yang dirasakan warga cukup besar dan menyebabkan dua buah rumah di dusun Blok Sumur Desa Sumberpetung Kecamatan Ranuyoso retak.

Gempa ini terjadi di empat desa di tiga kecamatan, karena letak Gunung Lemongan berada antara tiga kecamatan tersebut. Desa-desa yang merasakan gempa ini adalah desa Papringan dan Tegal Randu Kecamatan Klakah, Desa Sumberpetung kecamatan Ranuyoso dan desa Salak Kecamatan Randuagung.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral dalam evaluasi aktivitas Gunung Lemongan pada Rabu (13/11) kemarin menyebutkan, gempa tektonik lokal ini sudah terjadi sejak tanggal 9 Noember lalu sampai Rabu kemarin.

Kekuatan gempa tektonik ini hanya tercatat sampai amplitudo maksimum antara 3-30 mm. Kecuali 3 kali gempa yang menyebabkan gempa tremor cukup besar yakni antara II sampai III MMI.

Kejadian ini disebut oleh Badan Geologi sebagai kejadian normal, dan Gunung Lemongan tetap dalam Level 1 atau normal. Untuk itu kepada warga yang merasakan gempa kecil ini diminta tidak panik dan tetap tenang.

"Gempa seperti ini sudah pernah terjadi pada tahun 2012 lalu, bahkan sampai berhari-hari dirasakan warga. Dan Alhamdulillah ada waktu itu tidak terjadi bencana apapun, hanya sebagian warga memang agak takut karena belum semuanya menerima informasi yang memadi dan akurat dari kejadian ini," kata Aak Abdullah Al Kudus, Koordinator Laskar Hijau.