Drs Nasrudin, kasubdit penilaian kinerja dan pengembangan karir GTK PAUD dan Dikmas Kemendikbud. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

Drs Nasrudin, kasubdit penilaian kinerja dan pengembangan karir GTK PAUD dan Dikmas Kemendikbud. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)



Eks Bos Gojek Nadiem Makarim kini telah resmi menjabat sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan (mendikbud) Kabinet Indonesia Maju. Salah satu PR alias pekerjaan rumah yang menunggu Nadiem di Kemendikbud adalah persoalan SDM (sumber daya manusia) dalam menyongsong era Revolusi Industri 5.0.

Seperti yang diketahui, kini Indonesia sedang memasuki revolusi 4.0, yakni revolusi digital. Pada saatnya nanti, Indonesia akan berlanjut ke revolusi industri 5.0. Pada revolusi 5.0 ini, semua sudah menggunakan dengan robot.

Untuk itu, pembangunan SDM sangat diperlukan agar Indonesia mampu bertahan dan bersaing dengan negara lain.

Generasi muda harus mempersiapkan diri atas segala perubahan teknologi ini. Karena itu, perlu pengajaran teknologi sejak dini agar generasi muda siap menyongsong masa depan.

Nah, agar bisa menyiapkan generasi yang melek teknologi, mau tak mau guru juga dituntut untuk memahami teknologi. Termasuk guru PAUD (pendidikan anak usia dini).

Maka dari itu, ke depan, guru PAUD akan lebih banyak menggunakan IT. Hal ini disampaikan oleh Kasubdit Penilaian Kinerja dan Pengembangan Karir GTK PAUD dan Dikmas Kemendikbud Nasrudin saat ditemui usai Seminar Nasional "Pengembangan Karir Jabatan Fungsional Pamong Belajar dan Penilik" di Gedung E1 Lantai 2 Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Malang (UM), Kamis (7/11/2019).

"Yang pasti walaupun sebelum Pak Nadiem yang jadi menteri kita, ke depan (guru PAUD) lebih banyak peningkatan kompetensinya menggunakan IT, memanfaatkan Rumah Belajar yang ada di Pustekkom," ucapnya kepada MalangTIMES.

Rumah Belajar merupakan portal pembelajaran (one stop science) bagi guru, siswa, dan pihak terkait yang dibuat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom). "Jadi, ada perubahan nanti, ke depan memang lebih menggunakan IT. Jadi yang konvensional itu sudah mulai berkurang nanti," tandasnya.

Nasrudin sendiri menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan modul-modul terkait PAUD dalam sistem Rumah Belajar tersebut. "Kami udah siapkan. Ada modul-modul yang sudah dimasukkan di sistem. Kami bina gurunya," paparnya.

Saat ini, kata Nasrudin, Portal Belajar inilah yang akan dimaksimalkan penggunaannya oleh guru PAUD. "Sementara kami gunakan itu (Rumah Belajar) karena itu milik pemerintah yang harus kita manfaatkan," pungkasnya.

 


End of content

No more pages to load