Untuk meminimalisir bentrok yang melibatkan perguruan silat, Tiga Pilar Tulungagung membentuk Paguyuban Perguruan Silat.
Dari hasil rapat terbatas antara Tiga Pilar dan perwakilan perguruan silat, didapatkan hasil paguyuban perguruan silat dipimpin oleh perwakilan dari perguruan silat Pagar Nusa, Awaludin.sedang wakilnya dari Setia Hati (SH) Teratai, Makhrus.
“Tadi kita sudah berkoordinasi untuk pembentukan Paguyuban Perguruan Silat,” ujar Komandan Kodim Tulungagung, Letkol Inf. Wildan Bahtiar, Rabu (30/10/19).
Disinggung terkait kendala pendanaan untuk operasional paguyuban ini, pria kelahiran Bandung, Jawabarat itu jelaskan sudah mengkomunikasikanya dengan Perwakilan Pemkab Tulungagung.
Hasilnya pihak Pemkab akan memberikan bantuan pendanaan asalkan legalitas dari Paguyuban ini sudah jelas.
“Adminitrasi secara hokum, seperti ada papan namanya, ada NPWP-nya, pokoknya secara keorganisasian yang sah itu diurus,” ujarnya.
Sementara itu Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia menjelaskan peran dari paguyuan dari perguruan silat ini.
Paguyuban ini akan bertugas membantu petugas mengamankan jalanya kegiatan yang melibatkan perguruan silat.
Paguyuban ini akan efektif bekerja setelah dibentuk, sembari menunggu surat keputusan (SK) nya.
“Tanggal 3 ini akan ada kenaikan tingkat SH Terate, saya harap mereka sudah mulai efektif,” ujar Kapolres.
Paguyuban Perguruan Silat ini diberi nama ‘Paguyuban Pencak Silat Tulungagung Astuti’.
Saat ini kepengurusan paguyuban ini baru terbatas di tingkat kabupaten.
Ke depanya paguyuban ini akan dibentuk di tingkat kecamatan.
Dalam paguyuban ini Tiga Pilar sebagai pelindung, IPSI sebagai Pembina dan Paguyuban sebagai eksekutor kegiatan pengamanan.