Makan Konate (nomor punggung 10) menjadi pemain paling penting Arema FC saat menghadapi Persipura, Minggu (20/10/2019) (official Arema FC)
Makan Konate (nomor punggung 10) menjadi pemain paling penting Arema FC saat menghadapi Persipura, Minggu (20/10/2019) (official Arema FC)

Arema FC sukses memaksa Persipura Jayapura untuk berbagi poin dalam lanjutan Liga 1 2019 pekan ke 24 Minggu (20/10/2019) malam kemarin di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Kalimantan Timur. 

Menurut pelatih kepala Singo Edan Milomir Seslija, keberhasilan timnya menahan imbang Boaz Solossa dkk adalah satu comeback luar biasa.

Persipura Jayapura gagal meraih poin sempurna saat bermain di partai kandang menghadapi Arema FC. Padahal awalnya tim berjuluk Mutiara Hitam itu berhasil unggul dua gol lebih dulu melalui Todd Rivaldo Ferre dan Boaz Solossa.

Tapi, Arema FC yang tidak ingin kembali meraih kekalahan seperti saat dibantai PSM Makassar dengan skor 6-2 mencoba bangkit dan bisa menciptakan dua gol di lima belas menit akhir waktu normal pertandingan melalui Makan Konate dan Jayus Hariono.

"Setelah ketinggalan dua gol, kami mencoba bangkit dengan terus menyerang. Dan ketika bisa menyamakan skor menjadi 2-2, menurut saya itu adalah kebangkitan yang luar biasa di pertandingan ini," ujar pelatih Arema FC asal Bosnia-Herzegovina ini.

Meski bangga karena timnya berhasil meraih satu poin di kandang Persipura, Milomir Seslija juga memuji kualitas lawannya. Menurutnya Boaz Solossa dkk mampu bermain efektif di sepanjang pertandingan, bahkan sempat menyulitkan timnya.

"Persipura lebih efisien dalam permainan, dan memang sepak bola butuh efisiensi permainan. Tapi kadang sepak bola juga butuh banyak menciptakan peluang untuk mencetak gol," ungkap Milo.

Dengan satu poin yang didapat, Arema FC dan Persipura Jayapura masih tetap mengoleksi poin yang sama yakni 34. Tapi Singo Edan berada di posisi ke 6, sementara Mutiara Hitam berada tepat satu strip di bawahnya pada klasemen sementara Liga 1 2019.