free web hit counter
Promo Tokopedia
Jatim Times Network
Beranda
Pendidikan

Bupati Dukung IKIP PGRI Jember Jadi Sentra Pendidikan Inklusi

Penulis : Moh. Ali Mahrus - Editor : Yunan Helmy

16 - Oct - 2019, 00:17

Loading Placeholder
Bupati Jember bersama narasumber lainnya saat menjadi pembicara dalam seminar Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi di IKIP PGRI Jember. ( foto : Mutia / Jatim TIMES)

Kabupaten Jember menjadi kabupaten yang telah melaksanakan komitmen inklusi terhadap disabilitas. Demi mendukung terwujudnya Jember sebagai kota inklusi, diperlukan dukungan dari dunia pendidikan, utamanya kalangan perguruan tinggi.

Melalui seminar nasional Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) yang digelar di Aula Quantum Auditorium IKIP PGRI Jember, Bupati Jember dr H Faida MMR  berharap IKIP PGRI Jember bisa menjadi sentra pendidikan inklusi. “Saya ingin IKIP PGRI menjadi sentra pendidikan tentang inklusi,” kata dia  saat menjadi narasumber pada acara tersebut..

Seminar yang digelar atas kerja sama IKIP PGRI Jember dengan Sabda, yakni sebuah lembaga swadaya masyarakat yang konsen terhadap isu-isu disabilitas. Tema yang diangkat “Menjadi Generasi Sehat, Cerdas, Sadar, dan Produktif di Tengah Arus Globalisasi. “Karena IKIP PGRI mempunyai jurusan dan kompetensi di bidang inklusi ini,” terang bupati kepada wartawan usai seminar.

Dengan menjadi sentra pendidikan inklusi, IKIP PGRI Jember bisa menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Jember dalam melahirkan guru-guru inklusi. “Sehingga disabilitas di Jember mendapatkan hak-haknya, baik di bidang pendidikan maupun di bidang kesehatan,” tegas perempuan pertama yang menjadi bupati Jember ini.

Lebih jauh Faida mengungkapkan, komitmen Pemerintah Kabupaten Jember terhadap disabilitas telah diwujudkan dengan adanya perda dan perbup tentang disabilitas. Tidak hanya itu. Jember menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang memiliki perda dan perbup yang mengakomodasi kebutuhan disabilitas.

Tidak hanya regulasi. Pemerintah Kabupaten Jember juga telah memberikan hak bagi disabilitas berupa jaminan kesehatan. Ada sekitar 1.500 disabilitas yang menikmati jaminan kesehatan ini.

Di bidang pendidikan, Pemerintah Kabupaten Jember juga telah memberikan beasiswa bagi disabilitas untuk menempuh pendidikan. Beasiswa itu diberikan mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Bahkan beasiswa itu dinikmati hingga pendidikan strata dua.

“Banyak calon guru inklusi (yang menerima beasiswa). Karena Jember membutuhkan tambahan guru-guru inklusi tersebut,” pungkas bupati. (*)

 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Moh. Ali Mahrus

Editor

Yunan Helmy

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan

--- Iklan Sponsor ---