Ilustrasi (Acehtrend.com)

Ilustrasi (Acehtrend.com)



Bank titil menjadi salah satu jasa keuangan yang begitu banyak diminati masyarakat di Kota Malang. Alasannya, bank titil dinilai lebih cepat dan praktis saat akan menyalurkan dan mencairkan dana yang dibutuhkan dalam setiap pengajuannya.

Kondisi itu tentu menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Pemerintah Kota Malang. Karena tak sedikit, aduan yang masuk lantaran masyarakat merasa terjebak saat usai menerima jasa bank titil. Bahkan, banyak pula yang mengeluh lantaran bunga yang diberikan terus naik saat konsumen tak membayarkan kewajibannya.

Namun meski begitu, masyarakat tetap memilih untuk memanfaatkan jasa tersebut. Pemerintah Kota Malang pun mengambil sikap untuk memerangi bank titil. Wali Kota Malang Sutiaji dalam berbagai kesempatan mengimbau masyarakat untuk meminjam dana ke bank umum, BPR, atau koperasi.

"Jangan meminjam uang di bank rodok isuk (bank agak pagi, merujuk waktu penarikan angsuran bank harian atau rentenir; red)," katanya.

Sementara itu, Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri menambahkan, bank umum atau lembaga keuangan lainnya memang perlu didorong untuk menyalurkan kreditnya pada masyarakat. Utamanya akses keuangan pada masyarakat menengah ke bawah.

Sejauh ini, menurutnya sudah ada skema khusus yang dibuat untuk meningkatkan akses keuangan tersebut pada masyarakat. Salah satunya adalah melalui agen laku pandai yang kini sudah banyak ditemui.

"Tapi sayangnya, lembaga keuangan memang masih belum bisa menandingi kecepatan bank titil saat pencairan," jelasnya.

Sebab lembaga dan jasa keuangan menurutnya memiliki skema khusus saat hendak menyalurkan dana. Sehingga, ada beberapa pola dan cara main yang harus dipatuhi dan dipenuhi sebelum akhirnya dana yang diajukan dicairkan.

Dia pun mendorong agar ada kerjasama antara pemerintah daerah dengan beberapa lembaga dan jasa keuangan yang ada di daerah. Selain memberi akses keuangan pada masyarakat juga wujud literasi agar masyarakat tak lagi terkungkung dengan bank titil.

"Salah satunya bisa kerjasama dengan BPR," terang pria berkacamata itu.

 


End of content

No more pages to load