Petugas saat memeriksan adanya temuan benda purbakala di Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Petugas saat memeriksan adanya temuan benda purbakala di Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)



Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Jawa Timur menyimpan 49 buah benda cagar budaya yang ditemukan di Kota Batu. Karena banyaknya temuan itu, Kota Batu dinilai perlu memiliki museum purbakala.

"Di Kota Batu banyak penemuan peninggalan benda cagar budaya. Sehingga Kota Batu perlu memiliki museum purbakala," ungkap arkeolog BPCB Jatim di Trowulan Nugroho Harjo Lukito.

Untuk saat ini, puluhan arca yang ditemukan di Kota Batu diamankan di Museum Trowulan. Jumlah itu masih belum semuanya tersimpan di sana sehingga Kota Batu perlu memiliki museum tersebut.

"Itu belum termasuk arca yang hingga saat ini masih berada di lokasi, seperti arca ganesha di Desa Torongrejo. Dan beberapa lainnya memang masih di lokasi awal penemuan," imbuh Nugroho.

Ia mencatat, temuan terakhir itu seperti temuan koin kepeng China di Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji. Kemudian akhir tahun 2018 lalu, ada punden Rondo Kuning di Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu.

Menurut Nugroho,  nantinya museum purbakala itu akan menjadi daya tarik wisata tersendiri. Bisa juga menjadi wisata edukasi sejarah bagi masyarakat, khususnya kalangan pelajar. "Selain eukasi, dengan adanya museum, peninggalan purbakala lebih terlindungi," tambah Nugroho..

Benda purbakala yang masih berada di Kota Batu sejumlah 37 buah. Benda purbakala tersebut terdiri dari arca, situs, dan bangunan kuno yang sedang menjalani pemberkasan untuk penetapan.


End of content

No more pages to load