Para pelajar SD melepaskan tukik di Pantai Warudoyong
Para pelajar SD melepaskan tukik di Pantai Warudoyong

Puluhan pelajar Sekolah Dasar (SD) melepasliarkan anak penyu atau disebut dengan tukik, Kamis (5/9/19). Anak-anak diajari untuk mencintai dan menjaga kelestarian hewan yang populasinya sudah cukup memprihatinkan ini. Merekapun melakukan kegiatan tersebut dengan penuh kegembiraan.

Kegiatan ini dilaksanakan di Pantai Warudoyong, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro. Pelepasan tukik ini merupakan kegiatan yang digagas PT. KAI sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian penyu dan ekosistem laut.

"Harapnnya bisa menjadi trigger untuk masyarakat atau saudara kita yang peduli pada alam ini. Di dunia ada 7 jenis penyu, 6 jenis ada di Indonesia, 4  ada di Banyuwangi. Ini patut kita banggakan," jelas Vice President CSR PT. KAI, Agus Supriyono.

Menurutnya, tidak boleh dibiarkan masyarakat mengkonsumsi telur penyu tanpa ada pelestariannya. Untuk itulah dilakukan pelepasan penyu bekerjasama dengan Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF). Tujuannya agar penyu tetap terjaga kelestariannya.

Selain langsung diajak praktik melepaskan penyu, para pelajar SD itu juga diberikan materi tentang pemahaman dan pembentukan karakter. Karena saat ini cukup sulit untuk melakukan pembentukan karakter. Padahal karakter yang baik itu sangat penting bagi anak-anak yang akan menjadi penerus bangsa.

"Salah satunya dengan melepaskan tukik ini. Termasuk  memberikan pemahaman untuk menyayangi lingkungan dan ekosistem laut dengan menyayangi tukik atau penyu," jelasnya.

Selain pelepasan penyu, PT. KAI juga melakukan penanaman pandan laut. Setidaknya ada 300 pohon pandan laut yang akan ditanam di Pantai Bilik.