Wakapolres Banyuwangi Kompol Andi Yudha Menunjukkan barang bukti kasus pelecehan seksual dengan latar belakang tersangka LD

Wakapolres Banyuwangi Kompol Andi Yudha Menunjukkan barang bukti kasus pelecehan seksual dengan latar belakang tersangka LD



Seorang bule asal Australia berinisial LD (38), harus berurusan dengan kepolisian. Dia diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap  seorang bocah, MI (15), warga Kecamatan Kabat, Banyuwangi. Diduga aksi pelecehan ini dilakukan berulang kali. Untuk melancarkan aksinya, pelaku memberikan imbalan uang kepada korban.

Pelaku mengenal korban pada tahun 2018 lalu di sebuah wisata pemandian di wilayah Kecamatan Kabat. Selanjutnya, pelaku mengajak korban ke rumah kontrakannya di sebuah perumahan di wilayah Kecamatan Rogojampi. Rumah ini telah dikontrak bule asal negeri kanguru ini sejak Januari 2019 lalu. Sebab dia memang sering bolak-balik ke Banyuwangi untuk berwisata.

Kasus ini, kata Andi Yudha, terungkap atas laporan orang tua korban. Awalnya orang tua korban mendapati organ vital anaknya mengalami pembengkakan. Berdasarkan laporan ini, polisi kemudian melakukan penelusuran. Akhirnya didapatkan pengakuan dari korban seputar apa yang telah dialaminya.

Proses pencarian pelaku tidak terlalu sulit. Sebab, pelaku sebelumnya pernah datang ke rumah korban. Saat itu, pelaku sempat bertemu dengan orang tua dan nenek korban. Sehingga saat korban menyebut pelakunya, orang tua korban langsung mengetahuinya.

“Saat ini sudah dilakukan penahanan selama beberapa hari karena memang alat bukti sudah kita kumpulkan. Sudah cukup untuk menyatakan yang bersangkutan adalah suspect (tersangka).  Yang bersangkutan sudah mengakui dan cukup kooperatif dengan penyidik untuk perbuatan pelanggaran apa yang dilakukan,” jelasnya.

Dia menambahkan, kepolisian juga sudah mengkomunikasikan dengan Konjen Australia terkait hak-haknya tersangka. Penasehat hukum tersangka juga selalu mendampingi dalam proses pemeriksaan. Kasus ini ditangani oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim  Polres Banyuwangi karena melibatkan anak di bawah umur. Dan saat ini korban sedang menjalani penguatan mental.

Dijelaskan, antara pelaku dengan korban terjadi pertemuan sebanyak lima kali. Namun saat ini penyidikan masih fokus pada kejadian yang sekali ini. Jika berbasis pengakuan dan ditambah alat bukti lainnya, kata Andi Yudha, mungkin ada pemberatan karena perbuatan yang sifatnya berkelanjutan.

“Anak ini setelah dilakukan pelecehan seksual mungkin dengan tujuan meredam memang diberikan sejumlah uang, bervariasi, terakhir yang kita proses ini 100 ribu,” katanya.

Tersangka dijerat dengan pasal 82 ayat (1) Jo pasal 76E Undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Polisi kini masih mendalami kasus ini karena tidak menutup kemungkinan masih ada korban lain.

 


End of content

No more pages to load