Kisah tragis dialami Moch Safi’i, warga Jalan Aris Munandar, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang.
Pria yang kesehariannya bekerja sebagai driver ojol (ojek online) ini, mengalami insiden kecelakaan saat mencari penumpang.
”Akibat insiden ini korban mengalami luka parah usai menghantam bus yang berhenti di depan kendaraan sepeda motor yang dikendarai korban,” kata Kanit Laka Lantas Polres Malang, Ipda Agus Yulianto, Sabtu (17/8/2019).
Diperoleh keterangan, insiden kecelakaan yang terjadi kemarin malam ini, bemula saat korban yang saat itu mengendarai motor Beat nopol N-2632-ABN melintas dari arah selatan (Malang menuju Surabaya) dengan kecepatan sedang.
Setibanya di lokasi kejadian, tepatnya di Jalan Raya Singosari, Desa Pagentan tiba-tiba ada kendaraan bus nopol N-7412-UA yang berhenti tepat di depan korban.
Lantaran jarak yang sudah terlalu dekat, pria 26 tahun itu tidak bisa menguasai rem dan laju sepeda motor yang dikendarainya.
Akibatnya korban langsung menghantam bus yang dikemudikan oleh Siswinarto warga Dusun Krajan, Kelurahan Bunut Wetan, Kecamatan Pakis tersebut.
”Dari hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), sesaat sebelum insiden kecelakaan terjadi korban dalam kondisi tidak fokus berkendara. Diduga korban sempat melihat handphone saat mengendarai sepeda motor,” terang Agus.
Masyarakat serta pengguna jalan yang mengetahui peristiwa ini, langsung berhamburan menyelamatkan korban.
Sedangkan sebagian warga lainnya memilih melaporkan insiden kecelakaan ini kepada pihak kepolisian.
Mendapat laporan, anggota Laka Lantas Polres Malang langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.
Dari keterangan beberapa saksi mata yang dihimpun petugas, sesaat sebelum korban menghantam bus yang dikemudian pria 56 tahun tersebut.
Moch Safi’i dalam kondisi berkendara sendirian, dan nampak sedang mencari penumpang melalui handphone yang dibawanya.
”Usai terlibat kecelakaan, korban langsung kami evakuasi ke rumah sakit Prima Husada. Dari keterangan medis, korban mengalami luka lecet dan patah tulang pada kaki sebelah kanan,” ungkap Agus.
Berdasarkan informasi terkini, korban masih menjalani perawatan intensif usai menjalani oprasi patah tulang kaki.
Di sisi lain, polisi yang menangani kasus ini masih terus melakukan pendalaman.
”Guna kepentingan penyidikan, kendaraan bus dan sepeda motor yang rusak parah sudah kami amankan sebagai barang bukti,” tutup Agus.