Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto, SIK, MSi. (foto Humas Polres Batu for BatuTIMES)

Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto, SIK, MSi. (foto Humas Polres Batu for BatuTIMES)



Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto SIK, MSi boleh dibilang salah satu perwira polisi yang diperhitungkan. Sebab, rekam jejaknya selalu bagus dan punya prestasi gemilang. Itu artinya, Buher, sapaan akrabnya, orang penting di jajaran kepolisian RI.

Karena, melihat aksi nyata dan beragam tindak kejahatan yang pernah diungkap, serta diselesaikan dengan apik. Sampai sang pelaku terseret di pengadila dan dijatuhi hukuman pidana.

"Saya bukan orang hebat. Namun, saya dikelilingi oleh orang-orang hebat. Sehingga ikut jadi hebat," kata Buher yang juga pernah menjabat jadi Kanit Vice Kontrol Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada awal mula menjabat di Wilayah Hukum Polres Batu di Singhasari Kota Batu.

Sekadar diketahui, wilayah hukum Polres Batu melingkupi tiga kecamatan. Kecamatan Junrejo, Kecamatan Batu, dan Kecamatan Bumiaji. Ketiga kecamatan ini masuk wilayah Kota Batu. Dan juga ada tiga kecamatan lain: Pujon, Ngantang, dan Kasembon yang masuk wilayah Kabupaten Malang bagian barat yang juga jadi wilayah hukum Polres Batu.

Selain itu, jebolan akademi kepolisian 2000 ini punya insting kepekaan dan kejelian untuk membeber kasus. Fakta di lapangan dirajut dan diungkap. Serta ia menjalankan amanah penuh dengan dedikasi dan keikhlasan.

Bahkan, anak pasangan M Nasir (ayah) dengan Hj Safniati (ibu) ini juga pernah mengenyam perguruan tinggi ilmu kepolisian 2007, dikenal dengan motto: lebih baik hidup sehari sebagai macan daripada hidup seratus tahun sebagai domba.

Untuk itu, Buher menangani beragam aksi kriminal: pencurian, kejahatan jalan, narkoba, pembunuhan, serta penghinaan terhadap Wakil Presiden Indonesia: M Jusuf Kalla. Salah satu kasus kriminal yang pernah ditangani mantan Dantontar Akademi Kepolisian adalah: menggadangkan tim Bunuh Culik yang berkaitan dengan pidana pasal 338, 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Yaitu pembunuhan seorang perempuan kupu-kupu malam, bertato. Ia tewas di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) di wilayah Menteng Pulo, Setiabudi - Kasablanka, Jakarta Selatan.

Pada waktu itu, sang pelaku Reza Sanjaya alias Irja ingin pulang ke Lampung membawa kendaraan sang korban. Usut punya usut ternyata, pelaku berniat melarikan sepeda motor sang korban ke wilayah Pasuruan, Jawa Timur. Hingga akhirnya diciduk polisi untuk dijebloskan ke sel tahanan.

Selain itu, pria yang masuk Sespimmen Polri 2014 ini juga pernah menangani tindak pidana menghilangkan nyawa yang berkedok pencurian kambing. Masalah ini populer dengan kasus 'Nasir Bin Unus'.

Di mana kasus ini sempat membuat polisi gigit jari. Namun, di tangan tim anggota mantan Wakapolsek Metro Tamansari Polres Metro Jakarta Barat, menggungkap serpihan-serpihan fakta di lapangan. Dirangkai jadi satu. Menjadi kesatuan utuh. Apalagi, sang pelaku: Supriadi alias Jambrong Bin Subur merupakan residivis.

Investigasi pelan namun pasti. Tindakan kriminal pembunuhan bersamaan kasus maling kambing bisa dijahit ulang. Bak, tali kambing yang sempat putus, disatukan kembali dan menyeret sang pelaku spesialis pencurian di wilayah Ranca Bango, Pengarengan Rajek Kabupaten Tangerang, pada 23 Desember 2015 lalu.

Kasus lain: street crime di jalan raya.  Yang membuat suasana jadi kemelut. Dan membuat lingkungan resah dan gusar. Namun, ulah jahil dan setiap kejahatan perlu ditumpas. Istilah dalam pepatah "Tindakan kriminal tidak akan pernah menguntungkan seseorang".

Dan di tangan anak kelima dari delapan bersaudara ini pun bisa diungkap dengan piawai. Kemudian, datang kasus lain: soal aksi kriminal pemerkosaan dan pembunuhan di bawah umur. Pelaku Anwar yang sudah dijebloskan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, tiba-tiba kabur. Keluar, melenggang kangkung memakai gamis. Dan sempat bersembunyi di wilayah Bogor. Walhasil, hingga membuat pihak lapas tertampar.

Sebab, di Rutan semua orang yang keluar-masuk biasanya diperiksa. Dan, lagi-lagi, tim dari pria yang pernah ditugasi illegal Soccer Gambling Course Singapura 2008, bisa mengembalikan buronan. Dan mendekam dengan pasal berlapis.

Kasus mencuat nama ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi), Gatot Brajamusti. Masalahnya, Gatot memiliki senjata api: jenis glock dan walther PPK dianggap ilegal. Sebab, sebagai orang biasa tidak semudah membalikan tangan. Bisa memiliki jenis senjata itu.

Alhasil, rentetan banyak nama-nama artis dijadikan saksi dan ditangani oleh Buher. Seperti: Nabila Putri, Toro Margen, Reza Artamevia, Ema Theana. Dan perkara Julia Perez dengan Nikita Mirzani.

Kemudian, ada nama Marissa Grace Haque. Lalu, kasus Mario Teguh dengan Ario Kiswinar (anak Mario Teguh) si manusia "super" Indonesia. Dan persoalan aksi geng motor yang sempat merisaukan warga. Membuat mantan Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya ini gerah untuk bertindak dan terjun langsung ke jalan. Guna memberantas dan menuntaskan biang keributan di jalan dan meresahkan masyarakat umum.

Lalu, persoalan mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (EYD adalah Basuki Cahaya Purnama) juga sempat ditangani Kanit Bunuh Culik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya ini. Dan berkat kekompakan tim anggota pun bisa mengamankan sidang dan berjalan lancar.

Silih berganti kasus lain: terkait fitnah terhadap Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla. Pria kelahiran Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan ini diisukan melakukan korupsi. Mengakibatkan warga NTT menjadi miskin oleh Ketua Umum Solidaritas Merah Putih Sylfester Matutina alias Sylver. Dan berujung Sylver dijerat pasal 310 dan pasal 311 KUHP.

Bagaimana strategi Buher  di Kota Batu? Sejak menjabat pada 24 Mei 2017, mantan Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya ini terus bersinergi dengan tiga pilar di Kota Apel. Yaitu Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, Kejaksaan Negeri dan TNI.

Guna mendapatkan informasi dan menghindari hal negatif di tengah-tengah masyarakat. Juga membuat masyarakat bebas dari gangguan. Serta warga bisa merasakan ketentraman, dan menciptakan kerukunan lintas agama.

Sebab, Kota Apel ini selain jadi jujukan wisatawan juga menjadi miniatur kota metropolitan. Untuk itu, strategi membuat kota aman dengan mendisiplinkan para penegak hukum jadi prioritas.

Salah satunya adalah: dengan membuat aplikasi Apel Batu. Yaitu aplikasi polisi jelajah Batu. Aplikasi ini hanya butuh smartphone yang mudah dibawa warga dan wisatawan luas. Tentu dengan alat simpel ini membuat masyarakat bisa berinteraksi dengan Polres Batu dengan mudah.

Karena, aplikasi Apel Batu itu dapat menjangkau beragam informasi. Mulai mengenai persoalan jalan, hotel, rumah sakit, ATM, dan SPBU. Serta penunjuk info kuliner, hingga pusat perbelanjaan (shopping).

"Info pariwisata dan sarana pendukung bisa diketahui dalam genggaman. Bahkan, layanan masyarakat umum dapat terhubung  ke command center  Polres Batu. Seperti jalan rusak, pohon tumbang hingga aksi kriminal," kata pria yang setiap tanggal 10 November mendapat ucapan selamat ulang tahun.

Mantan Kapolsek Serpong Polres Tangerang menyatakan, strategi lain adalah pendekatan dengan menggandeng anak-anak muda, komunitas yang berprestasi. Untuk diajak komunikasi. Sharing dan berbagi ilmu kepada yang lain. Sebab, mereka punya ide bagus untuk membangun bangsa dan negara.

Selain itu juga membuat fokus grup diskusi perlindungan perempuan dan anak. Agar suara perempuan tersalurkan. Anak-anak terlindungi dan hak-hak mereka terpenuhi. Serta membudayakan dan menciptakan hubungan antar keluarga yang lebih aktif berkomunikasi.

"Tentu, kalau korban perempuan, maka yang melakukan penyelidikan adalah perempuan. Dan kalau korban adalah pria, maka yang melakukan penyelidikan adalah laki-laki. Juga penekanan good relation, komunikasi aktif, memetakan masalah. Dengan harapan muncul dampak pada lingkungan dan alam. Dan dilandasi niat tulus, ikhlas. Bukan pencitraan. Intinya, lakukan yang terbaik untuk bangsa. Caranya mulai dari diri sendiri dan lingkup tim," tegas pria yang pernah menjabat Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Barat yang juga dikarunia dua anak perempuan ini.

Dan hal yang paling urgen adalah strategi membuat polisi pariwisata. Sebab, Kota Apel ini sudah banyak wisatawan domestik dan mancanegara yang sering berkunjung dan bertamasya di kota yang memiliki tiga kecamatan ini. Serta pada pimpinan mantan Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Selatan, Polres Batu masuk predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kemenpan RB RI.

"Dan pada momen 17 Agustus ini, kami selalu memotivasi dan membakar semangat generasi Indonesia, guna mencegah tindak kriminal. Ubah pola pikir dengan mau membangun bangsa, memperkaya ilmu. Dan bersama meningkatkan sumber daya manusia unggul dan cinta NKRI," pungkas Buher yang lahir pada 1976 di Pekanbaru, Riau ini kepada BatuTIMES. com.

Perlu diketahui, AKBP Budi Hermanto juga pernah dapat surat tugas ke luar negeri. Di antaranya: Comparative Study of Police System, Jepang 2009, Specialization Course of Murder Seoul South Korea 2010, FBI Surveillance 2011, dan Internasional Fugitive Suspect Investigation Seoul South Korea 2011. Kemudian, Extradition of Suspect Mutilation Spain 2013. Lalu, Departemen of Justice Washington 2015.

“Juga bekerja dengan hati nurani guna menjadi sosok Polri yang Promoter," tegasnya dengan menjadikan kata-kata di atas jadi semboyan hidupnya.


End of content

No more pages to load