Salah satu calon Duta PTKIN saat melakukan tes bahasa asing dalam PIONIR ke-9 2019 di UIN Malang. (Foto: Humas)

Salah satu calon Duta PTKIN saat melakukan tes bahasa asing dalam PIONIR ke-9 2019 di UIN Malang. (Foto: Humas)



Semakin panas saja perhelatan Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) ke 9 di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang). Para kontingen dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) seluruh Indonesia menunjukan potensi, bakat, serta keterampilan yang dimilikinya.

Tidak terkecuali pada ajang Pemilihan Duta PTKIN se-Indonesia. Bertempat di gedung Student Centre Lantai 1, belum lama ini 47 calon duta PTKIN melakukan tes wawancara. Dua peserta terpaksa harus mengundurkan diri karena jadwal dengan cabang lomba lain yang bersamaan.

Materi uji lisan yaitu membaca dan menulis Alquran, tes kepribadian, tes wawasan kebangsaan, serta bahasa asing (Arab dan Inggris). 

Tak tanggung-tanggung, UIN Malang mendatangkan penguji dari Libya dan Amerika untuk tes bahasa asing. Hal ini tentu membuat peserta semakin deg-degan, sebab penguji bahasa asing adalah native speaker.

Dr Sulaiman didatangkan dari Libya untuk menguji kapabilitas peserta berbahasa Arab. Sedangkan penguji Bahasa Inggris ialah Charlotte dari North California, Amerika Serikat.

“Alhamdulillah tadi prosesi wawancara berjalan lancar. yang bikin deg degan itu adalah pengujinya. Ternyata pengujinya merupakan native speaker dari Libya dan North California Amerika Serikat,” ujar Muhammad Mattori didampingi Farah Mahdiah selaku kontingen IAIN Samarinda pada pemilihan Duta PTKIN PIONIR 2019.

Saat ditanya perihal kesiapannya menjelang penobatan, keduanya optimis bisa tembus final.

“Dengan izin Allah kita pasti bisa,” pungkasnya.

Waktu wawancara tersebut tiap materi ialah tiga menit. Lima peserta secara bergantian memasuki ruang wawancara.

Rata-rata, peserta Duta PTKIN menyiapkan diri selama dua bulan. Mulai dari mempelajari Kewarganegaraan hingga melatih kemampuan bahasa asing.

“Rasa gugup hilang saat saya memasuki ruangan wawancara. Saya melakukan tes dengan nyaman. Alhamdulillah,” ungkap Azziyadi, peserta lain.

 


End of content

No more pages to load