Rauf yang tetap tekun melakoni pekerjaan sebagai tukang ukir.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)
Rauf yang tetap tekun melakoni pekerjaan sebagai tukang ukir.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)

Kota Jepara memang terkenal akan adanya berbagai jenis ukiran. Ukiran-ukiran itu banyak diminati oleh berbagai kalangan. Bahkan ukiran Jepara  sudah banyak di ekspor keluar negeri.

Salah satu sentral ukiran di Jepara ada di Desa Tahunan, Kecamatan Tahunan, Jepara, Jawa Tengah. Kali ini tim BLITARTIMES Jalan-Jalan berkesempatan mengunjungi salah satu sentral kerajinan ukir di Desa Tahunan milik Rauf.  

Di sini kita bisa melihat proses pengerjaan berbagai macam ukiran. Dengan telaten, bapak tiga anak ini menyulap kayu yang berbentuk balok dan blabak, lalu  diukir menjadi karya seni bernilai tinggi.

"Sejak masih bujang, saya udah ngukir karena bapak dulunya juga tukang ukir. Mulai dari meja, kursi, pintu, lemari dan semua jenis perabotan rumah pernah ngukir," ungkap Rauf saat ditemui BLITARTIMES, Senin (15/07/2019).

Dia mengatakan, pengerjaan ukiran ini bisa memakan waktu berhari-hari, minggu, bahkan bulan tergantung dari kerumitannya. Harganya juga mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta.

Rauf mendirikan bengkel ukir di rumahnya sendiri dan mengambil sendiri garapan dari rumah bosnya dan mebel-mebel kenalannya. Meski garapan tidaklah selalu ramai, kadang sepi, dia tidak pernah putus asa menekuni pekerjaannya sebagai tukang ukir.

"Pekerjaan itu ada ramainya dan juga ada sepinya. Kemarin sebelum hari raya pas ramai-ramainya, bisa sampai lembur. Sekarang alhamdulillah masih ada garapan," tuturnya.

Menurut Rauf, pekerjaan sebagai pengukir di Jepara sudah tidak sebanyak dulu. Pasalnya beberapa tahun terakhir banyak muncul pabrik garmen di Jepara yang menciptakan lapangan pekerjaan baru di bidang industri garmen dan tekstil.

Kalangan muda di Jepara banyak memilih bekerja sebagai karyawan pabrik yang dipandang lebih menjanjikan dibanding bekerja sebagai pengukir. Selain itu, ibu-ibu yang dulunya membantu tukang ukir dan bertugas mengamplas hasil ukiran juga banyak beralih profesi sebagai karyawan pabrik. Hal itu membuat produktivitas ukiran di Jepara agak menurun.

"Sekarang banyak yang memilih kerja jadi karyawan pabrik, Mas. Selain karena UMR di Jepara sekarang lumayan besar, pekerjaan sebagai pengukir agak kurang diminati pemuda zaman sekarang. Terus ibu-ibu yang dulunya membantu mengamplas ukiran juga banyak yang memilih jadi karyawan pabrik. Makanya pengerjaan ukiran juga memakan waktu lama," ungkap Rauf.

Perlu diketahui, sentral ukir Tahunan Jepara menyediakan berbagai macam perabot ukiran, kerajinan kayu dan produk mebel. Bagi pecinta ukiran, mungkin sentral ukir Tahunan bisa menjadi objek wajib dikunjungi saat di jepara. Lokasinya kurang lebih 3 km dari pusat kota Jepara.