free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Komunitas

Dilantik Rakyat Jelata, APD Nusantara Komitmen Kawal Pembangunan Desa di Era Dana Desa

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Heryanto

08 - Jul - 2019, 00:37

Loading Placeholder
Ketua dan pengurus APD Nusantara dilantik tokoh rakyat Sunarto Timur di Candi Penataran.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Carut marutnya pembangunan desa di era dana desa perlahan-lahan mendorong pergerakan rakyat. 

Di Kabupaten Blitar, masyarakat yang kian kritis merespon bobronya pembangunan dengan mendirikan Aliansi Pembaharuan Desa (APD) Nusantara. 

Pengurus APDN resmi memproklamasikan pendirian organisasi dengan gelar deklarasi di Candi Penataran, Desa Penataran, Kabupaten Blitar, Minggu (7/7/2019) sore.

Dalam deklarasi tersebut para pengurus deklarasi resmi dilantik. 

Uniknya, yang melantik mereka bukan stakeholder ataupun kepala daerah, melainkan dilantik oleh rakyat jelata.  

Pengurus dilantik oleh Sunarto Timur, seorang tokoh rakyat dari Kecamatan Nglegok. 

Pelantikan ini turut dihadiri oleh para kaum jelata dari seluruh Kabupaten Blitar. 

Di antaranya pemanjat nira kelapa (tukang nderes), kuli pasir, pedagang asongan, anak Punk, pengamen jalanan dan lainya. Hadir pula aktivis kesehatan rakyat dan mahasiswa.

“Kami dilantik oleh rakyat yang memberikan amanah kepada kami. Kami bukan LSM atau ormas, kami menyebut APD Nusantara ini organisasi rakyat karena dilahirkan oleh rakyat dan untuk rakyat,” ujar Ketua APD Nusantara, Agus “Kentunk” Kurniawan.

Sementara itu dalam sambutanya, Sunarto Timur yang mewakili rakyat jelata melantik para pengurus mengatakan, di era dana desa ini rakyat jelata khususnya yang berada di Kecamatan Nglegok belum sepenuhnya merasakan dampak dari dana desa. 

Ke depan pihaknya ingin Aliansi ini dapat mengawal pembangunan desa menuju perubahan yang lebih baik. 

Dirinya juga berharap APD Nusantara dapat menjaga kearifan lokal dan adat istiadat desa.

“Sebagaimana kita tahu bersama, pembangunan di desa saat ini belum sesuai dengan harapan, pembangunannya masih belum tepat sasaran. Padahal, sebagaimana kita tahu bersama, desa dewasa ini telah mendapat kucuran dana desa setahun nya Rp 1 Milyar, cukup besar. Harapan kami kedepan adanya Aliansi ini dapat mengawal pembangunan di desa, sehingga dana desa bisa tepat sasaran. Kami para rakyat desa bisa benar-benar merasakan dampak dari pembangunan dana desa ini. Oleh sebab itu mutlak pemuda harus jadi pelopor pembangunan desa,” tegas Sunarto.

Lanjut dalam sambutannya Sunarto berpesan kepada APD Nusantara dan anggotanya untuk berjuang dengan penuh kesabaran, keikhlasan dan riang gembira. 

“Berjuang jangan menggunakan kekerasan, berjuanglah dengan cara yang bijak. Semoga cita-cita kita bersama ini dirahmati Tuhan Yang Maha Esa,” sambungnya.

Ketua APDN terpilih, Agus “Kentunk” Kurniawan, dalam sambutannya menegaskan sesuai dengan amanah rakyat kedepan APD Nusantara akan mengawal pembangunan desa, mengawal aspirasi masyarakat desa dan mengontrol pembangunan di desa. 

Menurut dia, sebenarnya, dengan adanya Dana Desa, semua program-program yang berkaitan dengan pembangunan desa dapat sangat mudah dilakukan. 

Hanya saja, sekali lagi, paradigma pemerintahan desa saat ini masih menganggap bahwa peruntukan Dana Desa adalah untuk pembangunan infrastruktur fisik.

“Dan parahnya lagi, kasus di Kabupaten Blitar banyak dana desa peruntukannya tidak tepat sasaran. Contohnya saja di Kecamatan Nglegok, jalan desa yang rusak diabaikan dan pemerintah desa lebih memilih membangun gapura atau gedung pencakar langit dengan anggaran Rp 1 Milyar. Lalu untuk Desa Kedawung kentongan yang pembuatannya bisa dilakukan dengan gotong royong saja dianggarkan Rp 25 juta.  Hal ini menurut kami dari APD salah kaprah, karena kepentingan masyarakat seperti jalan tentunya lebih penting untuk memperlancar aktivitas sosial ekonomi,” tandasnya.

Dirinya memandang, di era dana desa ini paradigm pembangunan di desa harus dirombak total. Melalui penyelenggaraan Pilkades serentak tahun 2019 ini, sudah selayaknya muncul paradigma baru dalam pengelolaan pemerintahan desa. Sebagai entitas terkecil negara, desa harus dipandang sebagai fondasi utama pembangunan. 

APDN lanjut dia, memandang para Calon Kepala Desa yang akan bertarung dalam Pilkades serentak ke depan harus mampu membawa visi baru dalam pembangunan desa.

“Arah pembangunan harus mampu melahirkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa. Di era milenial ini desa butuh kades dengan visioner dan pemikiran superior agar desa benar-benar bisa menjadi surgda dunia. Desa tak butuh lagi pemimpin yang mengedepankan arogansi dan pemikiran ragu-ragu, desa butuh pemimpin gaya milenial yang berani membuat terobosan. Kami memandang Butuh lokal jenius di tingkat pemerintahan desa agar desa-desa bisa maju sesuai dengan harapan masyarakat,” katanya. 

Ditegaskannya, tantangan desa era saat ini semakin berat. Pemimpin era dana desa baik kades maupun BPD harus memprioritaskan kepentingan utama masyarakat. BPD sebagai DPR nya desa harus menampung aspirasi masyarakat dan ini harus diformalkan dalam aturan-aturan main di desa. Oleh sebab itu kades dan BPD haruslah sosok yang visioner. 

“Ini yang akan didorong oleh APD Nusantara, menciptakan pemimpin yang visioner di tingkat desa,” tandasnya.

Lebih dalam Kentunk menyampaikan, sesuai dengan amanah rakyat, APD Nusantara akan bergerak bersama rakyat. Tujuan APD Nusantara menurutnya sangat sederhana, yakni pembangunan di desa ini semakin maju. 

“Pekerjaan rumah kita untuk memajukan pembangunan desa tidak hanya mendorong transparansi pembangunan fisik, tapi juga kita kan mendorong pembangunan karakter di desa. Nation Character Building sesuai dengan Pancasila dan wawasan kebangsaan bangsa Indonesia kan kita dorong untuk mewujudkan masyarakat desa yang berkepribadian unggul. SDM masyarakat desa yang unggul ini diperlukan karena pembangunan dana desa ini harus dibarengi dengan pembangunan masyarakatnya,” tegas lelaki bertubuh tambun.

Acara deklarasi mengambil tema “Amanah Rakyat” ditutup dengan pentas seni dan parade puisi kebangsaan yang turut menjadi hiburan bagi wisatawan Candi Penataran. 

Pantauan BLITARTIMES, seluruh rakyat yang hadir dalam deklarasi ini berbusana sederhana. 

Mereka memakai kaos oblong berwarna hitam, ada pula yang bercelana pendek, bertelanjang dada, dan semuanya memakai sandal jepit. Selamat bekerja APD Nusantara, Salam Jelata.(*)


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Heryanto

--- Iklan Sponsor ---