Siapa sangka pohon beringin di Alun-Alun Lumajang yang selama ini menjadi icon kota Lumajang ternyata sudah berusia lebih dari 100 tahun. Dalam catatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang, pohon beringin tersebut sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda, tepatnya pada kisaran tahun 1.880.
Sedangkan usia tanaman ini sebenarnya bisa mencapai 500 tahun. Pohon beringin merupakan salah satu pohon yang unik karena memiliki dua akar. Yakni akar yang ada didalam tanah untuk menyerap nutrisi, dan akan gantung atau akar luar yang berfungsi sebagai respirasi atau pernapasan fotosintesis.
“Jika terpelihara dengan baik dan tumbuh di alam bebas, pohon beringin ini bisa mencapai usia 500 tahun dengan tinggi pohon sampai 25 meter. Pohon ini memang unik, karena ada dua akar sekaligus, yakni akar dalam tanah dan akar luar. Semuanya berfungsi untuk tumbuh kembang tanaman ini,” kata Plt. Kepala DLH Kabupaten Lumajang Ir. Yuli Haris.
Oleh karena itu, pihak DLH menyatakan akan berusaha mengembalikan kesuburan dari pohon beringin di Alun-Alun Lumajang. Selain karena menjadi icon keindahan Alun-Alun Lumajang, pohon beringin juga bisa menjadi sumber oksigen yang sangat bermanfaat untuk kehidupan,
“Kita pernah ingin mencoba dengan membuat biopori, yakni membuat lubang vertikal kedalam tanah disekitar tanaman, sebagai bentuk usaha resapan air baik air hujan maupun saat proses penyiraman. Namun sepertinya kondisinya sudah tidak memadai untuk dilakukan. Penyelamatan icon Alun-Alun Lumajang ini harus cepat ditangani,” kata Yuli Haris kemudian.
Beberapa opsi juga sudah direcanakan, termasuk diantaranya membongkar pembatas yang menghambat resapan air ke akar pohon beringin. Tapi inipun tak bisa serta merta, harus ada koordinasi dengan instansi lain, karena menyangkut aet dari bangunan itu sendiri.
“Yang penting sekarang kita berusaha untuk mengembalikan kesuburan pohon beringin itu dengan cara yang kami bisa, misalnya dengan tambahan nutrisi dan penyiraman. Soal solusi permanen, masih memerlukan proses,” jelas Yuli Haris kemudian.
Yang jelas, masih kata Yuli Haris, masalah ini menjadi tanggunjawabnya untuk sebisa mungkin mengembalikan pohon beringin di Alun-Alun Lumajang agar bisa kembali seperti sedia kala.