Erwin Kristanto bersama wali Kota Hadi Zainal Abidin, di Event Off Road Just Fighter Track, BJBR (foto: Agus Salam/JatimTIMES)

Erwin Kristanto bersama wali Kota Hadi Zainal Abidin, di Event Off Road Just Fighter Track, BJBR (foto: Agus Salam/JatimTIMES)



Tidak banyak yang tahu, kalau di kota kecil seperti Kota Probolinggo ada komunitas penghobi kendaraan beroda besar. Komunitas tersebut berlabel Probolinggo Adventure 4 x 4 yang berkantor di Jalan Raya Panglima Sudirman 237. Bagaimana kiprahnya?

Minggu (20/4) kemarin seratusan kendaraan roda 4 beroda besar berkumpul di Bee Jay Bakau Resort (BJBR) Kelurahan Mayangan, kota setempat. Di lokasi eko wisata tersebut, mereka berkumpul untuk start, sebelum menaklukkan ganasnya kawasan hutan Lumbang.

Wali Kota Hadi Zainal Abidin hadir di acara yang berlabel Event Off Road Just Fighter Track tersebut. Tak hanya melepas, wali kota yang dilantik Januari lalu itu, juga turut menjajal rute yang penuh tikungan, tanjakan lumpur dan bebatuan tersebut.

Acara adventur yang digawangi Probolinggo Adventure 4 x 4 itu berlangsung sukses, dengan finish di tempat semula yakni, BJBR. Jumat (26/4) pagi, Probolinggotimes.com, bertemu dengan salah satu pengurusnya yakni, Erwin Kristianto (45). "Acara yang kami gelar mengenalkan wisata Probolinggo kepada peserta,” katanya.

Pria yang tinggal di komplek perumahan Sumbertaman Indah (STI) Kecamatan Wonoasih tersebut menceritakan, komunitas yang kini beranggotakan 45 penghobi dan pemilik Jeep modivikasi ini berdiri 2010 silam. Dalam perjalanannya, sempat tidak aktif setelah salah satu pendirinya yakni Gatot meninggal dunia.

Gatot yang diketahui kakak kandung Agus Riyanto, salah satu anggota DPRD Kota Probolinggo dari Fraksi PDIP, meninggal saat mengikuti ajang adventure di Malang Desember 2012 silam. Kala itu, korbannya 4 orang yakni, Gatot bersama istri dan 2 rekannya, yang salah satunga Dadang, pengajar di AMIK Taruna Dr Zulaeha Leces. “Beliau keluar jalur yang ditentukan panitia. Kendaraannya tenggelam di sungai,” tandas Erwin.

Meski anggota Probolinggo Adventure 4 x 4 meninggal dalam mengikuti ajang adventure, tidak membuatnya patah arang. Malah, usai berkabung mereka aktif kembali. Bahkan anggotanya kini menjadi 45 orang. “Justru beberapa saat setelah kejadian itu, semangat tumbuh kembali. Meneruskan amanat atau pesan almarhum. Mengembangkan komunitas,” ujar Erwin.

Hingga kini, komunitas yang digawangi Hardian Prayoga, pemilik Akas IV itu sudah mengikuti berbagai ajang dan perlombaan. Baik off road atau adventure di berbagai daerah. Seperti, di Demak Jawa Tengah dan sejumlah kota dan Kabupaten di Jawa Timur. “Olah raga tantangan. Menguji adrenalin,” tandasnya.

Erwin membantah, kalau komunitas yang diikuti menelan banyak biaya, terutama biaya modifikasi kendaraan. Menurutnya, modifikasi kendaraan, disesuaikan dengan medan dan ajang yang diikuti. Jika medannya tidak sesuai dengan kondisi kendaraan, ia tidak ikut, apalagi lokasi ajang di luar Jawa. “Kita menyesuaikan dengan kondisi kendaraan. Modifikasi juga disesuaikan dengan kantong kita,” tambahnya.

Ditambahkan, olah raga dan ajang yang diikuti, tujuannya bukan untuk foya- foya menghabiskan uang. Tetapi di balik kegiatan melatih mental dan kerjasama tim tersebut ada kegiatan sosial. Selain memberi bantuan ke mereka yang belum beruntung, juga kegiatan lain seperti tanggap bencana. “Kemarin bencana puting beliung di Kelurahan Sumber Wetan itu, kami membantu. Kendaraan kami dipakai menarik dan mengangkut pohon yang tumbang,” pungkasnya.


End of content

No more pages to load