Pengangguran di Kota Batu Naik Jadi 5.024 Jiwa di Tengah Ledakan Angkatan Kerja

Reporter

Prasetyo Lanang

Editor

A Yahya

21 - Jan - 2026, 01:51

Ilustrasi. Pekerja sektor formal di Kota Batu lebih rendah dibandingkan informal. Angka pengangguran naik di tengah lonjakan angkatan kerja.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Peningkatan angkatan kerja di Kota Wisata Batu diikuti dengan angka pengangguran yang turut merangkak  naik. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu tahun 2025 menunjukkan, terdapat 5.024 penduduk yang masih belum terserap dunia kerja, alias naik 357 orang dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 4.667 jiwa.

Kenaikan jumlah pengangguran ini terjadi di tengah lonjakan angkatan kerja baru. Sepanjang tahun 2025, tercatat ada tambahan 14.016 orang yang masuk kategori angkatan kerja, membuat total pencari nafkah di Batu mencapai 142.486 orang.

Baca Juga : 9 Reklame di Jalur Protokol Batu Dicap Ilegal, Pemkot Beri Deadline 14 Hari Sebelum Bongkar Paksa

Kepala BPS Kota Batu, Herlina Prasetyowati Sambodo, menjelaskan bahwa meskipun secara nominal jumlah pengangguran bertambah, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Batu sebenarnya mengalami penurunan tipis dari 3,63 persen menjadi 3,53 persen.

"Lonjakan angkatan kerja mencapai 10,91 persen dalam setahun. Dari tambahan 14 ribuan orang itu, sebanyak 7.759 orang sudah terserap kerja. Namun karena pertumbuhannya sangat cepat, penurunan TPT jadi terbatas," ujar Herlina.

Data BPS juga membedah peta ketergantungan ekonomi warga Batu. Sektor jasa masih mendominasi dengan menyerap 88.568 tenaga kerja, disusul manufaktur 26.066 orang, dan pertanian 22.828 orang. Artinya, denyut nadi pariwisata masih tertinggi pengaruhnya terhadap ekonomi warga Kota Batu.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batu, Thomas Wunang Tjahjo, melihat sisi positif dari fenomena ini. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) melonjak signifikan dari 73,53 persen menjadi 80,53 persen.

"Artinya, minat warga untuk bekerja semakin tinggi. Yang menarik, partisipasi perempuan melonjak drastis dari 59,65 persen ke angka 72,57 persen. Kini semakin banyak ibu rumah tangga atau remaja putri yang aktif masuk pasar kerja, baik di sektor formal maupun informal seperti ojek daring," jelasnya.

Baca Juga : Wali Kota Batu Cak Nur Mutasi 15 Pejabat, Sekda Zadim Jadi Asisten Administrasi Umum

Peningkatan peran perempuan ini disebut-sebut berkat berbagai program pelatihan kewirausahaan, mulai dari membatik hingga pemasaran digital yang gencar dilakukan pemerintah. Namun, Wunang memberikan catatan kritis bagi pemangku kebijakan.

"Tingginya partisipasi ini adalah tantangan besar. Persaingan akan semakin ketat. Karena sektor formal memiliki batas, maka wirausaha mandiri menjadi pilihan paling rasional bagi warga Batu agar tidak terjebak dalam angka pengangguran," ungkap Thomas Wunang.


Topik

Ekonomi, pengangguran kota batu, bps kota batu, herlina prasetyowati sambodo,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette