BPJS Kesehatan Banyuwangi Jamin Mutu Layanan melalui Integritas dan Etika Kemitraan yang Tinggi

Reporter

Nurhadi Joyo

Editor

Yunan Helmy

28 - Nov - 2025, 08:12

Pimpinan dan dtaf BPJS Kesehatan Banyuwangi bersama puluhan wartawan dalam acara penyampaian evaluasi dan pencapaian implementasi Program JKN sepanjang tahun 2025 di salah satu resto di Banyuwangi. (Istimewa)


JATIMTIMES – Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Banyuwangi berkomitmen tidak hanya mengejar universal health coverage (UHC), tetapi juga menjamin mutu layanan melalui integritas dan etika kemitraan yang tinggi.

Ungkapan tersebut disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Banyuwangi Titus Sri Hardianto dalam agenda penyampaian evaluasi dan pencapaian implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sepanjang tahun 2025 di Banyuwangi kepada puluhan awak media di salah satu resto di Banyuwangi Jumat (28/11/2025).

Baca Juga : Peringati Hari Anti-Korupsi Sedunia 2025, Pemkab Sidoarjo: Satukan Aksi Basmi Korupsi

Menurut Titus, cakupan kepesertaan menjadi sorotan utama, dengan wilayah Kabupaten Situbondo telah menduduki status UHC sejak November 2024, mencapai angka impresif 99,24% (689.492 jiwa).

Sementara itu, Kabupaten Banyuwangi telah mencapai 89,8% kepesertaan, atau sejumlah 1.622.220 jiwa per November 2025, mendekati target nasional.

Pencapaian tersebut sejalan dengan tiga tujuan utama JKN membuka akses layanan kesehatan, memberikan perlindungan finansial, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Titus menyampaikan bahwa tingginya angka kepesertaan harus diimbangi dengan kualitas mutu dan etika kerja yang konsisten. "Realisasi biaya pelayanan kesehatan tahun 2025 telah mencapai Rp733 miliar per Oktober. Angka ini membuktikan bahwa JKN adalah pilar perlindungan finansial. Namun, kami sadar, tidak cukup hanya membuka akses kuratif. Kami harus mengiringinya dengan upaya promotif preventif serta memastikan mutu layanan yang prima," ujar Titus.

Untuk menjamin mutu tersebut, Titus menekankan pentingnya pelaksanaan Kode Etik BPJS Kesehatanm yang antara lain;  mencakup mulai kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, perilaku anti-korupsi, integritas laporan keuangan dan etika dalam penggunaan media sosial.

Selain itu, BPJS Kesehatan  menjaga etika kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk peserta, fasilitas kesehatan, lembaga pemerintah, hingga media massa dan masyarakat luas.

“Kami terus berupaya meningkatkan optimalisasi akses layanan. Selain layanan tatap muka, BPJS Kesehatan juga menyediakan kanal non-tatap muka seperti Pelayanan Dari WhatsApp (PANDAWA) melalui nomor 08118165165, Aplikasi Mobile JKN, dan Care Center 165. Tercatat, pada tahun 2025 hingga bulan Oktober, 14.801 peserta telah memanfaatkan layanan tatap muka. Informasi sosialisasi dan edukasi juga gencar kami sebarkan melalui media sosial kami, bisa temui kami di instagram @infojknbwi dan TikTok @infoJKN.Banyuwangi” tambah Titus.

Lebih lanjut, Titus menuturkan pemanfaatan Aplikasi mobile JKN, dalam mengawal peningkatan mutu layanan di fasilitas kesehatan, dan tindak lanjuti menanggapi keluhan masyarakat terkait antrean layanan agar tidak terjadi lagi.

“Ada banyak fitur memudahkan yang dihadirkan BPJS Kesehatan, termasuk efisiensi waktu tunggu. Harapannya saat kita butuh mengakses layanan kesehatan, kita bisa datang ke faskes berdekatan dengan waktu layanan,” tambah Titus.

Selain itu,  ada layanan skrining dan display tempat tidur yang di-update oleh RS yeng menjadi mitra BPJS Kesehatan yang bisa diakses masyarakat dalam  aplikasi Mobile JKN.

Baca Juga : 300 Wisman Tiap Hari Masuk Kampung Tematik, Malang Kian Kokoh sebagai Kota Kreatif Dunia

Titus menegaskan layanan  program JKN bukan hanya kuratif, namun ada juga layanan promotif preventif, antara lain; implementasi skrining dan PRB untuk penyakit kronis.

Pada dasarnya program promotif preventif sudah diterapkan sejak jaman Askes. Ada senam sehat pada zaman dahulu.

Dalam era BPJS Kesehatan, ada Program Rujuk Balik (PRB) yang diperuntukkan bagi pasien-pasien penyakit kronis yang kondisinya sudah stabil, itu bisa kembali melakukan pemeriksaan rutin di FKTP.

“Untuk skrining di 2025 ini, dengan adanya perhatian dari pemerintah sehingga skrining riwayat kesehatan (SRK) menjadi program unggulan, dengan harapan hasil skrining bisa menjadi acuan pemeriksaan lanjutan ke dokter, dan sebagai deteksi awal potensi-potensi penyakt yang muncul," ungkap Titus

Sementara Manager Marketing RS Yasmin Banyuwangi Agus Riyanto menyatakan sebagai salah satu mitra BPJS Kesehatan, pihaknya berupaya memberikan kepuasan layanan kepada peserta JKN.

Berbagai ketentuan yang sudah ditetapkan pemerintah dalam implementasi layanan program JKN menjadi pedoman kepatuhan yang patut dijalankan.

“Kami selalu berupaya meningkatkan layanan dengan menghadirkan kepuasan. Kepuasan yang dimaksud  di sini adalah persamaan atau kesesuaian harapan. Pastinya ukuran yang diberikan adalah apa yang seharusnya dilakukan, kami lakukan. Misalnya update jumlah kamar di Aplikasi Mobile JKN, itu kami terapkan. Apabila ada pasien yang cek kamar per telepon atau via aplikasi, sudah bisa tahu ketersediaan kamar, termasuk apabila layanan rawat jalan. Itu bisa juga memanfaatkan berbagai layanan dari aplikasi Mobile JKN,” jelas Agus.


Topik

Kesehatan, BPJS Kesehatan, Banyuwangi,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette