Awas, Cuaca Ekstrem Ancam Daerah Ini dalam Sepekan ke Depan!
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Nurlayla Ratri
11 - Nov - 2025, 10:26
JATIMTIMES - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia selama sepekan ke depan. Peringatan ini menyusul meningkatnya potensi curah hujan tinggi yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga angin kencang.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa peningkatan intensitas hujan saat ini dipicu oleh aktifnya berbagai faktor dinamika atmosfer berskala global, regional, hingga lokal. Kombinasi faktor tersebut membuat peluang terjadinya cuaca ekstrem semakin besar.
Baca Juga : Hari Penting untuk Libra hingga Pisces! Energi Kosmis 11 November Bisa Ubah Hidup Zodiak Ini
“Beberapa faktor utama yang berperan pada dinamika cuaca periode ini antara lain Siklon Tropis FUNG-WONG, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO), serta gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby Ekuator yang masih aktif di wilayah Indonesia hingga pertengahan November 2025,” kata Guswanto dikutip dari laman resmi BMKG, Selasa (11/11).
Siklon Tropis FUNG-WONG yang kini terpantau di Laut Filipina bagian timur dan bergerak menuju Luzon, Filipina, memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca di Indonesia. Akibatnya, pertumbuhan awan hujan meningkat dan kecepatan angin mencapai lebih dari 25 knot. Terutama di wilayah Kalimantan Utara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua bagian utara.
Selain itu, kombinasi aktivitas MJO fase 5 (Maritime Continent) dengan gelombang Rossby Ekuator dan Kelvin turut memperkuat pembentukan awan konvektif di sebagian besar wilayah Indonesia bagian barat, tengah, dan timur selama beberapa hari ke depan.
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, mengatakan potensi cuaca ekstrem yang cukup signifikan akan terjadi di banyak daerah pada periode 10–16 November 2025. Analisis BMKG menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat pada 10–12 November 2025 diperkirakan melanda sebagian besar wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua, DKI Jakarta, DIY, Bali, dan Nusa Tenggara.
Sementara itu, hujan dengan kategori lebat hingga sangat lebat (siaga) berpotensi terjadi di Aceh, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, Papua Selatan, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.
“Untuk potensi angin kencang diprediksi terjadi di wilayah Banten, Bengkulu, Lampung, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatera Barat,” jelas Andri.
Lalu pada 13–16 November 2025, potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih akan berlanjut di wilayah Bengkulu, Jawa Barat, DIY, Jawa Timur, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Baca Juga : Kalender Jawa Selasa Pahing 11 November 2025: Awas Gampang Tersulut Emosi!
Sementara itu, potensi hujan sedang–lebat masih berpeluang terjadi di hampir seluruh provinsi lainnya, termasuk Aceh, Riau, Jambi, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Angin kencang juga masih berpotensi menerpa wilayah Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, NTB, Bali, DKI Jakarta, dan Banten.
Menghadapi kondisi ini, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan memperhatikan perubahan cuaca yang mendadak, seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Warga juga diingatkan untuk tidak beraktivitas di ruang terbuka saat hujan petir dan menjauhi pohon besar maupun bangunan rapuh yang berpotensi roboh.
Selain itu, masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan serta memastikan saluran air dan drainase berfungsi baik guna mengurangi risiko genangan dan banjir.
Selain itu, cuaca ekstrem juga berpotensi berdampak bagi nelayan dan pengguna transportasi laut, terutama karena adanya gelombang tinggi di perairan Samudra Hindia barat Sumatra–selatan Jawa, Laut Banda, Laut Flores, dan Laut Arafura.
