Ulama di Jombang Minta Aparat Menindak Pelaku Anarkisme di Daerah
Reporter
Adi Rosul
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
31 - Aug - 2025, 03:15
JATIMTIMES - Aksi anarkisme dalam demonstrasi di daerah-daerah mendapat kecaman ulama di Jombang. Aparat kepolisian diminta segera menindak pelaku anarkisme yang melakukan pengerusakan dan penjarahan fasilitas umum.
Kritikan datang dari ulama Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, Jombang KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam. Ia menilai, gelombang demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah sudah tidak lagi mencitrakan penyampaikan aspirasi.
Baca Juga : MUI Serukan Kedamaian Usai Massa Demo Rusak Fasilitas Publik dan Jarah Rumah DPR
Namun, lanjut Gus Salam, demonstrasi sudah mengarah ke kerusuhan atau anarkisme. Seperti yang terjadi di Jawa Timur, massa membakar kantor Gubernur Jawa Timur, pembakaran kantor DPRD Kota Kediri, dan sejumlah pos polisi yang ada di Surabaya.
"Tentu ini sangat kita sayangkan, kita prihatin. Karena tidak ada negara yang bisa maju kalau keamanannya tidak terjamin. Maka saya berharap kerusuhan-kerusuhan bisa berhenti," ujarnya kepada wartawan, Minggu (31/08/2025).
Gus Salam menyampaikan, kerusuhan yang terjadi akan memicu keresahan masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta aparat kepolisian dan TNI untuk segera melakukan langkah penindakan terhadap pelaku anarkisme yang ada di daerah-daerah.
"Kalau menyampaikan aspirasi itu hal yang wajar ya, dan direspons dengan proporsional juga. Tapi kalau sudah anarki, menurut saya aparat harus segera bertindak sesuai prosedur yang berlaku. Karena ini meresahkan semuanya," ucapnya.
Gelombang demonstrasi yang mengarah ke tindak anarkisme belakangan ini mendorong Gus Salam untuk menggelar doa bersama siang tadi. Ia mengajak ratusan santri Ponpes Mambaul Ma'arif mendoakan keselamatan bangsa Indonesia di tengah kerusuhan yang terjadi.
Baca Juga : Demo Besar di Indonesia 2025, Malaysia hingga Jepang Keluarkan Imbauan untuk Warganya
Doa bersama ini diawali dengan salat gaib untuk arwah mendiang Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang meninggal akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat demo menolak kenaikan gaji DPR di Jakarta. Setelah salat gaib, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dengan membaca tahlil.
"Doa bersama ini untuk meminta keselamatan, ketenangan, dan keamanan bangsa," kata Gus Salam.(*)
