Dari Saleh Menjadi Sombong, Akhir Hidup Qarun yang Mengenaskan

Editor

A Yahya

20 - Aug - 2025, 09:16

Ilustrasi Qarun: dari doa kekayaan hingga tenggelam dalam kesombongan (ist)


JATIMTIMES - Nama Qarun tercatat dalam Al-Qur’an sebagai simbol betapa harta berlimpah dapat menyeret manusia pada kehancuran. Kisahnya termaktub dalam surat Al-Qashash ayat 76-83, sebuah peringatan abadi bahwa keserakahan dan kesombongan hanya membawa azab.

Awalnya, Qarun dikenal sebagai seorang yang saleh. Riwayat menyebutkan ia adalah sepupu Nabi Musa, putra Yas-hub bin Qahis, sedangkan Musa adalah putra Imran bin Qahis. Bahkan, ia dijuluki Al-Munawwir karena suara indahnya saat membaca Taurat. Namun perjalanan hidupnya berubah drastis ketika ia meminta Nabi Musa mendoakan agar Allah menganugerahkan kekayaan. Doa itu terkabul, tetapi justru menjadi awal petaka.

Baca Juga : Mengadu ke DPRD Banyuwangi, Belasan Keluarga Korban KMP Tunu Pratama Jaya Tuntut Hak Santunan

Sebelum menjadi saudagar termasyhur, Qarun hanyalah lelaki miskin yang tidak mampu menanggung kebutuhan keluarga. Setelah doa Nabi Musa dikabulkan, ia menjelma kaya raya. Gudang-gudang harta miliknya penuh emas dan perak, dengan kunci-kunci yang harus dibawa puluhan ekor unta.

Setiap kali melangkah keluar rumah, Qarun menampilkan kemegahan luar biasa. Ia didampingi 600 pelayan, laki-laki dan perempuan, serta dikawal ribuan pasukan. Deretan hewan ternak dan unta yang mengangkut kunci gudang kekayaannya menjadi tontonan menakjubkan. Kaum sekitarnya pun iri dan berharap memiliki keberuntungan serupa.

Namun, kekayaan itu mengubah sikapnya. Qarun lupa bahwa semua rezeki adalah anugerah Allah. Ia menolak zakat, merasa tidak membutuhkan siapa pun, dan beranggapan bahwa harta yang dikumpulkan semata-mata hasil kerja keras dirinya.

Kedurhakaan Qarun bukan hanya pada Allah, tetapi juga pada Nabi Musa. Ketika ditagih zakat, ia menolak keras. Bahkan, ia menyusun fitnah dengan menyewa seorang perempuan untuk menuduh Nabi Musa berbuat tercela. Tuduhan itu terbongkar, namun menunjukkan betapa jauh Qarun telah melangkah dalam kesesatan.

Al-Qur’an kemudian menempatkan Qarun sejajar dengan Fir‘aun dan Haman, penguasa zalim yang sama-sama menolak kebenaran risalah Musa. Dalam surah Al-Ankabut ayat 39 ditegaskan: mereka semua berlaku sombong di bumi, padahal tidak ada yang bisa lepas dari azab Allah.

Kesombongan Qarun mencapai puncaknya ketika ia merasa lebih mulia dari siapa pun, bahkan tidak membutuhkan ampunan Allah. Pada akhirnya, Allah menunjukkan kuasa-Nya. Qarun ditenggelamkan ke dalam bumi bersama rumah dan seluruh harta yang ia agungkan.

Baca Juga : Ekspedisi 80 Gunung Arjuno Sukses Digelar, Pesan Khofifah: Cintai Alam sebagai Bentuk Cinta Tanah Air

Peristiwa itu membuka mata kaumnya. Orang-orang yang sebelumnya silau dengan kemewahan Qarun tersadar bahwa keberuntungan sejati tidak terletak pada harta, melainkan pada iman dan kebaikan. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Qashash ayat 80: “Ketahuilah, pahala Allah lebih baik bagi orang-orang beriman dan beramal saleh, dan hanya diperoleh oleh orang-orang yang sabar.”

Kisah tragis Qarun tidak berhenti sebagai cerita sejarah. Ia adalah pesan bagi generasi setelahnya bahwa kekayaan bukan jaminan kebahagiaan jika tidak digunakan dengan benar. Al-Qur’an menutup kisah ini dengan tegas dalam ayat 83: “Negeri akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak membuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan yang baik itu hanya bagi orang-orang yang bertakwa.”

Qarun menjadi cermin bahwa keserakahan dan kesombongan tidak pernah membawa keberuntungan. Harta yang mestinya menjadi sarana ibadah justru menyeretnya ke jurang kebinasaan.


Topik

Peristiwa, Qarun, kisah Qarun, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette