Ratusan Ribu Warga Israel Demo, Desak Perang Gaza Dihentikan dan Sandera Dibebaskan

Reporter

Mutmainah J

Editor

A Yahya

18 - Aug - 2025, 10:28

Demi yang berlangsung di Israel. (Foto REUTERS/Merdeka.com)


JATIMTIMES - Ratusan ribu warga Israel turun ke jalan pada Minggu (17/8/2025) waktu setempat untuk menuntut diakhirinya perang di Gaza sekaligus mendesak kesepakatan pembebasan sandera yang masih ditahan oleh Hamas.

Aksi protes besar-besaran ini dipusatkan di Lapangan Sandera Tel Aviv, yang telah menjadi titik fokus demonstrasi sejak pecahnya konflik pada Oktober 2023. Para peserta aksi membawa foto sandera, mengibarkan bendera kuning, menabuh drum, hingga meneriakkan yel-yel menuntut pemulangan warga Israel yang ditawan.

Baca Juga : Mayat yang Tak Mau Terbakar: Kisah Terakhir Untung Surapati

Desakan Penyelamatan Sandera

“Kami di sini untuk menegaskan kepada pemerintah Israel bahwa ini mungkin menit-menit terakhir yang kita miliki untuk menyelamatkan para sandera yang ditahan di terowongan Hamas selama hampir 700 hari,” ujar Ofir Penso, seorang guru bahasa Arab berusia 50 tahun, dikutip AFP, Senin (18/8/2025).

Sejak serangan Hamas pada Oktober 2023, sebanyak 251 orang Israel diculik. Hingga kini, masih ada 49 orang yang diyakini berada di Jalur Gaza, termasuk 27 orang yang menurut militer Israel sudah meninggal dunia.

Tuntutan Pada Pemerintah Israel

Dalam orasinya, Einav Tzangauker, seorang ibu dari sandera bernama Matan, menegaskan pemerintah Israel belum menunjukkan itikad serius untuk mencapai kesepakatan damai.

“Pemerintah Israel tidak pernah menawarkan inisiatif tulus untuk kesepakatan komprehensif dan mengakhiri perang. Kami menuntut kesepakatan yang dapat dicapai dan diakhirinya perang. Kami menuntut apa yang menjadi hak kami — anak-anak kami,” tegasnya.

Seorang pekerja teknologi bernama Nick menambahkan, citra Israel di mata dunia kini memburuk akibat perang berkepanjangan. “Seluruh negeri sedang berperang satu sama lain, citra kita di seluruh dunia telah berubah total, lebih buruk dari sebelumnya, dan sudah cukup,” ujarnya.

Kekhawatiran Keluarga Prajurit

Selain menuntut pembebasan sandera, banyak demonstran juga mengungkapkan rasa khawatir terhadap anak-anak mereka yang bertugas di militer Israel. Ella Kaufman, yang memiliki dua putra sebagai perwira militer, berharap pemerintah segera menghentikan operasi militer di Gaza.

Baca Juga : Bupati Sanusi akan Bahas Penerbitan SE Pengaturan Sound Horeg Bersama Forkopimda Kabupaten Malang 

“Kami berharap dan berdoa agar pemerintah kami mendengarkan kami,” katanya.

Demo Terbesar Sejak 22 Bulan Perang

Demonstrasi menentang kebijakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ini bukan yang pertama. Aksi serupa telah digelar hampir setiap minggu selama 22 bulan perang. Namun, unjuk rasa kali ini disebut sebagai salah satu yang terbesar sejak konflik dimulai.

Meningkatnya gelombang protes menambah tekanan bagi pemerintah Israel yang menghadapi tuntutan publik untuk segera menghentikan perang Gaza dan memulihkan stabilitas di dalam negeri.


Topik

Internasional, israel, tel aviv, perang di gaza, gaza, hamaz,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette