Sejak 2013 Belum Ada Aplikasi Jejaring Penerima Beasiswa Situbondo Cerdas, Mas Rio: Kita Akan Buat Secepatnya

16 - Aug - 2025, 02:23

Sosialisasi Penerima Beasiswa Situbondo Cerdas di Pendopo Situbondo, Sabtu (16/08/2025). (Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES)


JATIMTIMES -  Program Beasiswa Situbondo Cerdas yang sudah bergulir sejak 2013 ternyata masih menyimpan sejumlah catatan penting. Salah satunya adalah belum adanya aplikasi atau wadah resmi untuk memantau perkembangan para penerima beasiswa, baik dari sisi akademik, karier, maupun kontribusi mereka terhadap daerah.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Situbondo, Fathor Rakhman, menyampaikan bahwa sejak awal diluncurkan hingga tahun 2025, penerima beasiswa Situbondo Cerdas tercatat sebanyak 135 orang. 

Baca Juga : Apakah BSU Akan Cair Lagi Setelah 12 Agustus 2025? Pemerintah Pastikan Lanjut Kuartal III dan IV

Namun, menurutnya, jurusan yang diambil para penerima beasiswa hampir tidak menyentuh bidang-bidang yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh Kabupaten Situbondo.

“Dari sekian banyak penerima, kalau kesehatan, kedokteran, manajemen pemerintahan, Akuntasi dan hukum masih bisa kita toleransi karena bisa daerah tempatkan di pemerintahan,” ujar Fathor, Sabtu (16/08/2025) usai kegiatan Sosialisasi Penerima Beasiswa Situbondo Cerdas di Pendopo Situbondo.

Dari 135 penerima beasiswa hanya 65 orang yang hadir dalam acara Sosialisasi Penerima Beasiswa Situbondo Cerdas dikarena sebagian sedang dalam kegiatan perkuliahan dan menjalani profesi.

Fathor juga menjelaskan bahwa beasiswa ini awalnya bernama Situbondo Unggul pada masa kepemimpinan Bupati Dadang dan Wakil Bupati Rahman. Program tersebut kemudian berlanjut hingga berganti nama menjadi Situbondo Cerdas sebagaimana dikenal sekarang.

Menanggapi hal ini, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau akrab disapa Mas Rio, menekankan pentingnya adanya wadah untuk menyatukan semua penerima beasiswa tersebut. Ia mencontohkan perlunya membuat aplikasi resmi Situbondo Cerdas agar seluruh aktivitas penerima bisa dipantau.

“Harus ada aplikasi atau minimal ada kantornya. Entah nanti mau dibuat berbentuk yayasan Situbondo Cerdas atau bagaimana, yang penting ada wadah yang bisa memantau semua penerima. Mulai dari nilai akademik, proses belajar, hingga perkembangan karier mereka setelah lulus,” tegas Mas Rio.

Lebih jauh, Mas Rio menekankan bahwa penerima beasiswa seharusnya memiliki komitmen untuk kembali mengabdi ke Situbondo. Menurutnya, investasi daerah melalui program beasiswa ini harus berujung pada kontribusi nyata, bukan sekadar pencapaian pribadi.

“Kita perlu ada database lulusan-lulusan penerima beasiswa. Dengan begitu bisa terlihat mereka sekarang bekerja di mana, atau jangan-jangan ada yang belum bekerja. Jaringan ini akan sangat berguna untuk membangun daerah,” tambahnya.

Baca Juga : Holding Danareksa Apresiasi Fasilitas Baru Gudang Six Chamber di Kawasan PIER

Tidak hanya itu, Mas Rio juga memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Situbondo membuka ruang magang bagi penerima beasiswa, baik di lingkungan pemkab maupun di perusahaan sesuai bidang keahlian masing-masing. Ia berharap langkah ini dapat mempercepat proses adaptasi lulusan dalam dunia kerja sekaligus mendukung kebutuhan daerah.

Mas Rio juga menekankan perlunya screening yang jelas sejak awal. Menurutnya, pemerintah harus lebih selektif dalam mengarahkan jurusan yang dipilih calon penerima beasiswa agar sesuai dengan potensi daerah, seperti kepariwisataan, perikanan dan pertanian.

“Jurusan yang daerah butuhkan itu Kepariwisataan, perikanan dan teknologi pertanian karena kita mau hilirisasi. Karena itu, saya minta OPD terkait melakukan screening ketat agar jurusan yang dipilih benar-benar selaras dengan kebutuhan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu penerima Beasiswa Situbondo Cerdas, Nurvita, mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Negeri Jember (UNEJ), menyampaikan apresiasi terhadap program ini. Menurutnya, bantuan tersebut sangat meringankan beban keluarga dan membuatnya lebih fokus dalam belajar.

“Beasiswa ini sangat membantu, apalagi di bidang kedokteran yang memang membutuhkan biaya besar. Saya berharap setelah lulus bisa kembali memberikan manfaat untuk Situbondo, khususnya di bidang kesehatan,” ujar Nurvita.

Kegiatan tersebut diakhiri dengan komitmen pemerintah daerah, memberikan tempat untuk mengabdi para penerima beasiswa Situbondo Cerdas baik untuk magang maupun bekerja.


Topik

Pendidikan, Pemkab Situbondo, Program Beasiswa, Beasiswa, Beasiswa Situbondo Cerdas,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette