Bertukar Sementara, Bermakna Selamanya: Kisah Mahasiswa Unikama yang Menyemai Perubahan di Gorontalo

15 - Aug - 2025, 03:50

Nadia Setia Nurhadi, mahasiswa Unikama yang mengikuti program pertukaran pelajar 4 di Gorontalo (ist)


JATIMTIMES - Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) kerap dipandang sebagai jembatan mengenal budaya dan keberagaman di Nusantara. Namun, bagi Nadia Setia Nurhadi, mahasiswa Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), perjalanan selama 134 hari di Universitas Negeri Gorontalo justru membuka perspektif baru: bahwa makna pertukaran tidak hanya diukur dari berapa banyak budaya yang diserap, tetapi juga seberapa besar manfaat yang bisa ditinggalkan bagi masyarakat.

Sejak pertama kali menginjakkan kaki di Gorontalo pada 22 Januari 2024, Nadia bersama peserta PMM lainnya disibukkan dengan berbagai kegiatan kebhinekaan, kunjungan ke situs bersejarah, dan interaksi lintas daerah. Namun, momen yang benar-benar melekat di hatinya terjadi bukan di tengah keramaian acara budaya, melainkan pada suatu pagi di bulan Mei di halaman SDN 71 Kota Tengah.

Baca Juga : Teks Khutbah Jumat 15 Agustus 2025: Rayakan Kemerdekaan dengan Iman dan Aman

Di sana, Nadia berdiri di hadapan puluhan siswa yang menyambutnya dengan tawa dan rasa ingin tahu. Ia memulai sesi Pengenalan Perilaku Hidup Bersih dengan mengajarkan teknik mencuci tangan yang benar. Tidak hanya membasahi tangan dan memberi sabun, tetapi juga menjelaskan alasan di balik setiap gerakan: membunuh kuman, mencegah penyakit, dan menjaga kesehatan diri.

2

“Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya kegiatan sederhana,” ujar Nadia. “Tapi bagi saya, di sinilah saya menyadari bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil,” lanjutnya.

Program yang digagas bersama kelompok Dulohupa ini memadukan edukasi kesehatan dengan kegiatan yang menyenangkan. Anak-anak diajak bernyanyi sambil mempraktikkan cara mencuci tangan, bermain tebak gambar tentang sampah organik dan anorganik, hingga lomba cepat memilah sampah. Pendekatan interaktif ini dirancang untuk memastikan pesan kesehatan tidak hanya dipahami, tetapi juga diingat dan diterapkan.

“Kami tidak hanya mengajarkan teknik,” tegas Nadia. “Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa setiap anak punya peran sebagai agen perubahan bagi lingkungannya.”

Pengalaman ini menjadi semacam oase di tengah padatnya jadwal PMM yang seringkali didominasi agenda kebudayaan dan wisata. Nadia merasa, justru momen sederhana bersama anak-anak SDN 71 Kota Tengah yang paling mendalam maknanya.

“Esensi Modul Nusantara bukan hanya tentang apa yang kita dapatkan, tetapi juga tentang apa yang bisa kita tinggalkan,” kata Nadia. “Slogan Bertukar Sementara - Bermakna Selamanya tiba-tiba terasa sangat nyata bagi saya.” imbuhnya.

Program pengenalan perilaku hidup bersih ini pun meninggalkan dampak yang berkelanjutan. Para guru berencana menjadikan metode interaktif tersebut sebagai bagian dari rutinitas edukasi di sekolah. Bahkan, beberapa siswa mulai membawa kebiasaan ini ke rumah dan mengajarkan orang tuanya untuk memilah sampah dan menjaga kebersihan diri.

Baca Juga : Wastra Nusantara Jadi Dress Code Resmi Upacara HUT ke-80 RI, Ini Maknanya

Bagi Nadia, inilah bentuk kontribusi yang ingin ia wariskan selama mengikuti PMM. “Perjalanan ini mengajarkan saya bahwa kontribusi sosial yang tulus tidak harus besar atau megah. Kadang, cukup dengan mengubah satu kebiasaan sederhana, kita bisa menciptakan efek domino yang positif,” tuturnya.

Kini, ketika program PMM yang ia ikuti telah berakhir pada 3 Juni 2024, Nadia pulang ke Malang dengan membawa lebih dari sekadar cerita perjalanan. Ia membawa keyakinan bahwa setiap mahasiswa yang diberi kesempatan belajar di daerah lain memiliki tanggung jawab moral untuk meninggalkan manfaat nyata bagi masyarakat yang telah menyambutnya.

“Bagi saya, itulah arti sesungguhnya dari pertukaran. Bukan hanya bertukar budaya atau pengalaman, tapi meninggalkan jejak yang bisa terus tumbuh bahkan setelah kita pergi,” pungkasnya.

 


Topik

Pendidikan, Unikama, Universitas Kanjuruhan Malang, prestasi mahasiswa, pertukaran mahasiswa,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette