Nglegok Cup 2025: Ajang Pembinaan Atlet Muda dan Pelestarian Pencak Silat di Blitar
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Yunan Helmy
09 - Aug - 2025, 04:04
JATIMTIMES – Di tengah geliat olahraga tradisional di tanah air, Nglegok Cup 2025 hadir sebagai momentum penting untuk mengangkat pencak silat sebagai olahraga yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda.
Kompetisi yang digelar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Blitar Pusat Madiun Ranting Nglegok ini mempertemukan lebih dari 300 atlet pelajar dari Kabupaten dan Kota Blitar, menandai kebangkitan spirit olahraga sekaligus pelestarian budaya yang sarat nilai positif.
Baca Juga : Mbois, Berturut-turut Kota Malang Raih Kota Layak Anak Kategori Nindya
Digelar di Gedung Olahraga Desa Ngoran selama tiga hari, sejak 8 hingga 10 Agustus 2025, Nglegok Cup menjadi arena pertandingan seni dan tanding pencak silat yang berjalan sesuai standar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Riki, ketua panitia sekaligus ketua ranting Nglegok, menyebut bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. “Lebih dari 300 atlet dari Kabupaten dan Kota Blitar bertarung dalam kompetisi ini. Kami menilai peserta berdasarkan teknik tendangan, pukulan, serta jatuhan, sesuai aturan resmi IPSI. Standar ini menekankan teknik, estetika, dan sportivitas, sehingga tidak hanya soal kemenangan semata,” ujar Riki saat membuka acara, Jumat (8/8/2025).
Sementara itu, Kangmas Untung, mewakili Ketua SH Terate Cabang Blitar Kangmas Ibnu Sudibyo, menegaskan bahwa pencak silat di SH Terate bukan hanya cabang olahraga, melainkan sarana membangun karakter yang tangguh dan berjiwa besar. “Kejuaraan ini bukan hanya soal menang atau kalah. Ini adalah ajang mempererat persaudaraan sekaligus menanamkan nilai sportivitas yang tinggi pada para atlet muda,” jelas Kangmas Untung.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa keberhasilan dalam pencak silat membutuhkan proses panjang yang dipenuhi latihan disiplin. “Tidak ada juara yang instan. Semua butuh kerja keras dan konsistensi. SH Terate Cabang Blitar akan terus mendukung perkembangan pencak silat sebagai bagian dari budaya dan identitas bangsa,” katanya optimistis.
Dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci sukses terselenggaranya Nglegok Cup 2025. Katiman, Ketua IPSI Kabupaten Blitar, mengapresiasi pelaksanaan kompetisi ini yang menurutnya sangat strategis dalam mencari bibit-bibit atlet berprestasi. “Kami berharap kejuaraan ini melahirkan talenta-talenta baru yang bisa berkembang hingga ke tingkat provinsi bahkan nasional,” ujar Katiman saat membuka acara.
Kehadiran para tokoh penting seperti Anggota DPRD Kabupaten Blitar, Miftakhul Khoirudin Stack Poncogati, Forkopimcam Nglegok, dan seluruh kepala desa di Kecamatan Nglegok menambah semarak kompetisi. Stack menilai Nglegok Cup 2025 lebih dari sekadar lomba.
“Nglegok Cup adalah platform kolaboratif yang menyatukan pemerintah, organisasi olahraga, sekolah, dan masyarakat. Ini merupakan tonggak penting dalam revitalisasi pencak silat tradisional sekaligus wadah pembinaan generasi muda,” jelasnya saat memberikan sambutan.
Stack menggarisbawahi pentingnya sinergi lintas sektor dalam menciptakan ekosistem olahraga yang kondusif. “DPRD berkomitmen untuk memperkuat sinergi tersebut, baik dari sisi fasilitas, pembinaan, hingga beasiswa bagi atlet muda,” katanya optimis.
Baca Juga : Surat Edaran Larangan Sound Horeg Resmi Diteken Bersama, Masyarakat Diminta Jaga Ketertiban dan Ketenteraman
Lebih dari itu, Stack berharap Nglegok Cup dapat menjadi agenda tahunan yang semakin besar dan menjadi jembatan penghubung antar generasi. “Pencak silat adalah identitas budaya yang harus kita jaga. Event ini membuktikan bagaimana pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pembinaan prestasi olahraga,” tegasnya.
Para peserta yang berlaga menunjukkan semangat pantang menyerah dan jiwa sportivitas tinggi. Para pelajar yang berasal dari berbagai sekolah memperlihatkan kemampuan teknik pencak silat yang matang, mulai dari tendangan lincah, pukulan presisi, hingga jatuhan yang efektif. Semangat kompetisi sehat menjadi nilai utama, sejalan dengan visi membangun generasi muda yang tidak hanya berprestasi tapi juga berkarakter kuat.
Dari sisi penonton, suasana GOR Desa Ngoran dipenuhi dukungan hangat keluarga dan masyarakat sekitar. Mereka hadir bukan hanya untuk menyaksikan pertarungan, tapi juga memberikan motivasi bagi atlet muda. Kejuaraan ini menjadi wahana edukasi sekaligus hiburan yang membangun kesadaran akan pentingnya olahraga tradisional sebagai warisan budaya bangsa.
Nglegok Cup 2025 bukan sekadar kompetisi olahraga. Ia adalah cermin bagaimana olahraga tradisional dapat berperan sebagai medium pembinaan generasi muda yang berkualitas, mengedepankan nilai sportivitas, persaudaraan, dan identitas budaya. Semangat kolaboratif dari seluruh elemen masyarakat menunjukkan bahwa pencak silat masih punya tempat istimewa di hati masyarakat Blitar.
Sebagaimana disampaikan Kangmas Untung, kemenangan sejati dalam pencak silat adalah proses pembentukan karakter. "Selamat bertanding, junjung tinggi sportivitas, dan raih prestasi setinggi mungkin dengan semangat pantang menyerah,” pungkasnya menguatkan makna mendalam dari gelaran Nglegok Cup 2025.
