Kemenag, MTsN 2 Kota Malang, dan KUA Kedungkandang Sinergi Perkuat Ketahanan Keluarga

Editor

Yunan Helmy

09 - Aug - 2025, 12:20

Kegiatan Pembinaan Optimalisasi Layanan Keluarga Sakinah Angkatan 4 di MTsN 2 Kota Malang. (ist)


JATIMTIMES - Sebuah forum yang menggabungkan perspektif pendidikan, keagamaan, dan layanan masyarakat berlangsung di aula Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kota Malang, Jumat (8/8/2025). Fokusnya sederhana: memahami dinamika keluarga di kalangan tenaga pendidik dan mencari cara-cara praktis untuk memperkuat ketahanan keluarga tanpa retorika yang menggurui.

Pertemuan itu menghadirkan paparan tentang psikologi keluarga dan dinamika perkawinan yang diarahkan pada konteks kehidupan guru, bagaimana peran pasangan, komunikasi, dan adaptasi memengaruhi stabilitas rumah tangga serta kualitas kerja di madrasah.

1

"Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Lingkungan keluarga adalah benteng pertama pembentukan karakter, sehingga program ini menjadi jembatan antara pendidikan formal dan penguatan nilai di rumah,” kata H Mokhamad Amin Tohari SAg MPdI, kepala MTsN 2 Kota Malang.

Baca Juga : Lilik DPRD Jatim: Masyarakat Lapisan Bawah Harus Merasakan Manfaat Pertumbuhan Ekonomi

 

Penerapan prinsip keluarga sakinah di kalangan guru dan tenaga kependidikan MTsN 2 Kota Malang diharapkan menjadi fondasi lahirnya pribadi-pribadi yang tenteram dan seimbang. Kondisi ini tak hanya membangun kebahagiaan di rumah, tetapi juga memengaruhi semangat kerja dan mutu pelayanan di madrasah. Dengan teladan yang ditunjukkan, para pendidik di sini diharapkan mampu menginspirasi masyarakat untuk menempatkan kesejahteraan spiritual dan sosial sebagai prioritas bersama

Paparan dari narasumber mengangkat sisi praktis: memahami karakter pasangan, membaca bahasa emosi, dan mengelola ekspektasi agar konflik kecil tidak berkembang menjadi masalah berkepanjangan. Pembicara juga menekankan pentingnya dialog antar-pasangan sebagai ruang pengambilan keputusan bersama.

2

Maghpur MSi, dosen psikologi dari UIN Maliki Malang dan perwakilan Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) NU, memaparkan aspek psikologi keluarga. Ia menekankan bahwa memahami karakter pasangan sangat krusial untuk menjaga keharmonisan. 

Di sisi lain, Nur Cholisoh -narasumber lainnya- mengupas dinamika perkawinan. Dia menggarisbawahi perlunya adaptasi dan komunikasi berkelanjutan. Pesan utamanya agar pasangan saling mengerti harapan masing-masing untuk menghindari kesalahpahaman.

Dari sisi pengelola pembinaan, perwakilan Kemenag Kota Malang menegaskan peran lembaga dalam menjembatani pendidikan formal dan pembinaan keluarga.

“Kegiatan ini adalah wujud nyata dari upaya Kemenag untuk menciptakan keluarga-keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah di Kota Malang. Kami berharap ilmu yang disampaikan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Achmad Hadiri SAg MAg, kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Kemenag Kota Malang.

Baca Juga : Disperindag Kota Blitar Perketat Pengawasan: Beras Oplosan Ditarik, Pasar Kini Lebih Aman

 

Nada diskusi cenderung praktis: bukan memberi resep tunggal, melainkan menyodorkan kerangka-kerangka yang bisa disesuaikan oleh masing-masing keluarga. Para peserta yang mayoritas adalah guru dan tenaga kependidikan diajak berbagi pengalaman, saling bertukar strategi, serta membangun jejaring komunikasi antara madrasah, orang tua, dan penyuluh agama.

Mengapa ini penting? Peserta melihat hubungan langsung antara ketahanan keluarga dan performa kerja: suasana rumah yang relatif stabil memberi ruang bagi tenaga pendidik untuk fokus dan berkinerja lebih konsisten di ranah profesional. Forum seperti ini dipandang bukan sebagai acara sekali jalan, melainkan langkah untuk memperkuat jaringan dukungan sosial di sekitar GTK (guru dan tenaga kependidikan).

"Kami berharap ilmu yang disampaikan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Achmad.

Dari rangkaian sesi, lima pilar utama dirumuskan sebagai rujukan praktis bagi peserta:

1. Zawwaj/berpasangan, yakni menyadari pernikahan sebagai ikatan bersama.
2. Mistaqon gholidzo, yakni menjaga komitmen dan janji rumah tangga.
3. Muasyaroh bil ma’ruf, praktik saling memperlakukan dengan baik.
4. Musyawarah, pengambilan keputusan melalui dialog.
5. Kesalingan/antarodin, adalah saling menghargai harapan dan peran masing-masing.


Topik

Pendidikan, ,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette