Kemenko PM Targetkan PMI Berkeahlian Tinggi, Dorong Perempuan Tembus Pasar Global
Reporter
Hendra Saputra
Editor
A Yahya
08 - Aug - 2025, 07:49
JATIMTIMES - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) membuka Workshop Berdaya Global di Malang. Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Global Talent Day yang berlangsung selama dua hari, dengan fokus utama meningkatkan kesiapan dan perlindungan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).
Kegiatan ini merupakan implementasi program perintis berdaya, khususnya pilar berdaya global, yang membekali peserta dengan pelatihan kerja, literasi keuangan, pemahaman budaya kerja internasional, hingga strategi menghadapi risiko eksploitasi.
Baca Juga : Disperindag Kota Blitar Perketat Pengawasan: Beras Oplosan Ditarik, Pasar Kini Lebih Aman
Presiden RI Prabowo Subianto dalam sebuah kesempatan menegaskan, pemberdayaan dan perlindungan talenta global harus menjadi prioritas dalam agenda pembangunan sumber daya manusia nasional. Menindaklanjuti arahan tersebut, Kemenko PM menggandeng mitra lintas sektor mulai dari industri, lembaga pelatihan kerja, hingga organisasi masyarakat sipil.
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar mengatakan pentingnya sinergi untuk memperkuat SDM pekerja migran. “Pengembangan SDM harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pelatihan keahlian teknis, penyediaan informasi yang konkret, hingga sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global,” ujar Muhaimin.
Pemerintah juga menargetkan peningkatan jumlah PMI dengan keahlian spesifik yang memenuhi standar ketenagakerjaan internasional, tidak hanya fokus pada pasar kerja domestik.
Sementara itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, mengungkapkan rendahnya partisipasi angkatan kerja perempuan Indonesia yang baru mencapai 54 hingga 55 persen. Angka tersebut jauh di bawah laki-laki sebesar 84 persen.
“Dengan keterampilan, sertifikasi, dan perlindungan yang tepat, kita bisa menutup kesenjangan ini dan menguatkan peran perempuan di pasar kerja global,” tegas Veronica.
Ia menilai, momentum workshop berdaya global ini penting untuk menyiapkan perempuan Indonesia agar mampu bersaing secara setara, inklusif, dan berdaya saing tinggi di pasar internasional.
Disisi lain, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran, Leontinus Alpha Edison, menegaskan bahwa fokus kegiatan ini bukan hanya menyiapkan tenaga kerja biasa. Namun yang mampu bersaing pada pasar internasional.
Baca Juga : Teken MoU dengan Bank Lampung, Bank Jatim Sertakan UMKM Binaan dalam Misi Dagang
“Kita tidak sedang menyiapkan tenaga kerja biasa. Kita sedang membentuk talenta global. Mereka harus adaptif, berpikir kritis, dan memiliki mental yang kuat. Karena itulah, pendekatan program kami bersifat holistik, tidak hanya soal skill, tetapi juga karakter dan perlindungan,” jelas Leontinus.
Workshop ini terbagi menjadi dua kategori utama yakni general dan sektoral. Pada sesi general, peserta mendapat pelatihan dari Indonesia Business Council (IBC) terkait kesiapan kerja global, Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia yang memberikan pemahaman budaya kerja dan kehidupan global, International Organization for Migration (IOM) yang membahas pencegahan penipuan dan eksploitasi, serta Bank Mandiri yang memberikan edukasi pembiayaan inklusif bagi pekerja migran.
Sesi sektoral menghadirkan pelatihan spesifik seperti profesi perawat berstandar global oleh Binawan University, kompetensi industri manufaktur dari Samudera Indonesia, kesiapan di bidang hospitality oleh Daya Talenta Global, penguatan BLK/LPK oleh World Horenso Indonesia, hingga profesionalisme caregiver global bersama Flora Talent Indonesia.
Dengan kolaborasi ini, para CPMI diharapkan tidak hanya terampil, tetapi juga memahami budaya kerja, risiko, dan peluang yang ada di pasar global, sehingga mampu bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain.
