Ditinggal Jemput Anak Sekolah Usai Bakar Sampah, Rumah Warga Kepanjen Kebakaran

Reporter

Ashaq Lupito

Editor

A Yahya

08 - Aug - 2025, 06:26

Personel Damkar Kabupaten Malang saat melakukan upaya penanggulangan kebakaran di sebuah rumah milik warga Kecamatan Kepanjen yang diduga disebabkan karena pembakaran sampah yang merembet saat ditinggal pemilik rumah menjemput anaknya ke sekolah pada Jumat (8/8/2025). (Foto: Damkar Kabupaten Malang for JatimTIMES)


JATIMTIMES - Kebakaran terjadi di sebuah rumah milik Khoiriyatul Anifah (32) warga Desa Sukoraharjo, Kencamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (8/8/2025). Dugaan sementara, kebakaran disebabkan karena api dari pembakaran sampah yang merembet saat ditinggal oleh pemilik rumah untuk menjemput anaknya ke sekolah.

"Berdasarkan laporan yang kami terima, kebakaran terjadi sekitar pukul 08.30 WIB," ujar Komandan Pleton (Danton) Seksi Penanggulangan Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang Syaiful Anwar kepada JatimTIMES, saat dikonfirmasi usai proses pemadaman berlangsung, Jumat (8/8/2025).

Baca Juga : Polres Malang Bongkar Kebun Ganja di Tumpang

Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang yang mendapat laporan adanya kebakaran, kemudian berkoordinasi dengan Damkar Kabupaten Malang. "Ada dua unit mobil pemadam dari Damkar Kabupaten Malang serta satu unit dari Pabrik Rokok Gajah Baru yang diterjunkan ke lokasi kebakaran," ujar Syaiful.

Diketahui, bagian rumah yang terbakar tersebut berada di ruang dapur yang berukuran sekitar 2 x 3 meter. Sementara indikasi sumber api penyebab kebakaran diduga berasal dari api pembakaran sampah.

"Kronologinya, pemilik rumah bakar sampah di dapur yang di atasnya ada tumpukan kayu bakar. Beberapa saat kemudian, pemilik rumah mengira api dari bakar-bakar sampah tersebut sudah padam. Sehingga di tinggal jemput anaknya ke sekolah," terang Syaiful.

Ternyata, api hasil pembakaran sampah tersebut diduga belum padam sepenuhnya. Sehingga kembali menbesar dan menyulut tumpukan kayu bakar dan menyebabkan terjadinya kebakaran. "Api dapat dipadamkan sekitar 45 menit setelah dilakukan tindakan penanggulangan kebakaran," ujarnya. 

Baca Juga : Bupati Koltim Abdul Azis Dibekuk KPK Usai Bantah Kena OTT, Terkait Proyek RS Rp150 M

Syaiful menyebut, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa kebakaran tersebut. "Sementara kerugian material kurang lebih mencapai Rp 5 juta," pungkasnya.


Topik

Peristiwa, syaiful anwar, bpbd, bpbd kabupaten malang, kebakaran kabupaten malang,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette