Teks Khutbah Jumat 8 Agustus 2025: Maknai Kemerdekaan dengan Berkontribusi untuk Negeri
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
08 - Aug - 2025, 10:51
JATIMTIMES - Kemerdekaan bukan hanya soal upacara dan pengibaran bendera merah putih setiap 17 Agustus. Lebih dari itu, kemerdekaan adalah bagaimana kita mengisinya dengan perbuatan yang bermanfaat bagi bangsa.
Tema khutbah Jumat kali ini, “Memaknai Kemerdekaan dengan Berkontribusi untuk Negeri”, mengajak kita semua untuk melihat kemerdekaan bukan sekadar seremonial, tetapi sebagai kesempatan untuk berbuat sesuatu yang nyata. Sebab, kemerdekaan yang sejati lahir dari kerja keras, pengorbanan, dan kontribusi setiap warganya demi kemajuan bersama.
Baca Juga : Sekretariat DPRD Jatim Bersolek, Lomba Dekorasi Ruangan Meriahkan HUT ke-80 RI
Khutbah I
الحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ، وَلِيِّ المُتَّقِيْنَ، وَنَاصِرِ عِبَادِهِ المُسْتَضْعَفِيْنَ، يَقْضِي بِالحَقِّ، وَهُوَ خَيْرُ الفَاصِلِيْنَ. نَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، رَبُّ الأَوَّلِيْنَ وَالآخِرِيْنَ. وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ النُّوْرُ الهَادِي الأَمِيْنُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحَابَتِهِ وَالتَّابِعِيْنَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. وَنُصَلِّي وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ الطَّيِّبِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ، وَأَصْحَابِهِ الغُرِّ المَيَامِيْنِ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا المُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْنِي نَفْسِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَأَحُثُّكُمْ عَلَى طَاعَتِهِ. اتَّقُوا اللهَ فَإِنَّهَا وَصِيَّةُ اللهِ، وَصَّى بِهَا الأَوَّلِيْنَ وَالآخِرِيْنَ.
اتَّقُوا اللهَ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًا وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ إِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَحِيْمٌۢ. اتَّقُوا اللهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ شَهْرَ أَغُسْطُس أَفْضَلُ الشُّهُوْرِ عِنْدَ الإِنْدُوْنِيْسِيِّيْنَ لِأَنَّ فِيْهِ عِيْدَ اسْتِقْلاَلِهِمْ. وَذِكْرَى عِيْدِ الاسْتِقْلاَلِ لَتُعَدُّ مِنْ أَعْظَمِ الذِّكْرَيَاتِ الوَطَنِيَّةِ، لِأَنَّهَا ذِكْرَى العِزَّةِ وَالكَرَامَةِ، وَذِكْرَى التَّضْحِيَةِ وَالسِّيَادَةِ، وَذِكْرَى الجِهَادِ وَالمُقَاوَمَةِ. وَإِنَّ ذِكْرَى الأَحْدَاثِ الوَطَنِيَّةِ، وَالأَيَّامِ الَّتِي جَرَتْ فِيْهَا، وَالرِّجَالِ الَّذِيْنَ كَانُوْا مِنْ وَرَائِهَا، لا يُعَدُّ تَغَنِّيًا بِالمَاضِي، وَافْتِخَارًا بِالأَجْدَادِ، بَلْ يُعْتَبَرُ شَرْعًا مِنْ بَابِ الاسْتِجَابَةِ لأَمْرِ اللهِ، وَالتَّذْكِيرِ بِآلَائِهِ، وَالقِيَامِ بِوَاجِبِ شُكْرِهِ عَلَى نِعَمِهِ، فَقَدْ قَالَ تَعَالَى لِكَلِيْمِهِ مُوْسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: " وَذَكِّرْهُمْ بِاَيّٰىمِ اللّٰهِۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُوْرٍ" [سُوْرَةُ إِبْرَاهِيْمَ (١٤): ٥]
Jamaah salat Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita senantiasa mengucapkan syukur yang sebesar-besarnya kepada Allah Ta’ala, atas limpahan nikmat dan anugerah yang tidak terhitung jumlahnya. Wujud rasa syukur ini kita tunjukkan dengan memperkuat takwa, yakni dengan selalu memperhatikan dan mencermati setiap tindakan yang akan kita lakukan.
Apabila suatu rencana atau perbuatan telah sesuai dengan perintah Allah dan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka segeralah dilaksanakan. Sebaliknya, apabila hal tersebut bertentangan dengan ajaran keduanya, hendaklah segera kita tinggalkan demi kebaikan bersama.
Jamaah salat Jumat yang dirahmati Allah,
Kita kini berada di bulan Agustus, bulan kemerdekaan, bulan yang sangat berarti bagi bangsa Indonesia. Bulan ini menjadi pengingat akan perjuangan besar para pendahulu yang mengorbankan harta, benda, jiwa, dan raga demi tegaknya kemerdekaan.
Kini saatnya kita mensyukuri nikmat kemerdekaan yang telah Allah karuniakan. Nikmat itu antara lain kesempatan untuk bekerja, berinovasi, dan berprestasi.
Pertumbuhan ekonomi kita, alhamdulillah, masih berada di atas lima persen. Ini adalah nikmat besar yang patut kita syukuri, terlebih ketika masih banyak negara yang gagal mempersatukan rakyatnya, bahkan terjebak dalam peperangan.
Jamaah salat Jumat yang dimuliakan Allah,
Selain bersyukur, kita juga perlu melakukan introspeksi dan muhasabah. Meski menginjak 80 tahun merdeka, masih banyak persoalan yang menjadi keprihatinan kita bersama.
Kita belum sepenuhnya bebas dari masalah besar bangsa. Peredaran narkotika yang semakin terbuka, praktik prostitusi, perzinahan, dan perilaku LGBT yang makin berani tampil di media sosial, hingga maraknya judi online yang digandrungi generasi muda.
Dalam aspek ketatanegaraan, saat ini kita tidak lagi memiliki Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang sejak awal dirumuskan oleh para pendiri bangsa. Pembangunan negara berjalan tanpa arah yang benar-benar terencana, karena hanya mengikuti visi-misi presiden terpilih yang berganti setiap periode lima atau sepuluh tahun.
Kita juga menyaksikan kewenangan besar yang dipegang eksekutif dan legislatif, baik dalam pembuatan undang-undang, penganggaran, maupun pengawasan, sebagian besar diisi oleh representasi partai politik. Proses kaderisasi dalam partai pun sering kali tidak jelas.
Sementara itu, Indonesia adalah negara luas dengan penduduk yang majemuk. Sila keempat Pancasila mengamanatkan keterwakilan dari semua golongan dan kelompok masyarakat, suku, daerah, profesi, agama, organisasi sosial-budaya, yang berdiri mandiri, bukan hanya bagian dari partai politik.
Jamaah salat Jumat yang dirahmati Allah,
Inilah realitas kemerdekaan kita hari ini. Karena itu, perayaan kemerdekaan hendaknya tidak sekadar diisi dengan upacara pengibaran bendera atau baris-berbaris, tetapi juga dengan memikirkan, menciptakan, dan melakukan karya terbaik bagi bangsa.
Baca Juga : Fenomena Sturgeon Moon 9 Agustus 2025: Asal Usul, Waktu Muncul, dan Cara Melihatnya
Menjadi patriot tidak harus berjuang di medan perang. Menjadi negarawan tidak harus duduk di kursi parlemen. Menjadi pahlawan masa kini hanya membutuhkan satu syarat, yakni peduli terhadap perbaikan nasib bangsa dan negara.
Jamaah salat Jumat yang dirahmati Allah,
Demikian khutbah ini disampaikan. Semoga pesan ini dapat kita pahami dan amalkan. Semoga Allah Ta’ala selalu membimbing kita menuju kehidupan yang lebih baik. Aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيمِ، وَأَدْخَلَنَا وَإِيَّاكُمْ فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِينَ الشَّاكِرِينَ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ، وَلِوَالِدَيَّ وَلِوَالِدِيكُمْ، وَلِمَشَايِخِي وَلِمَشَايِخِكُمْ، وَلِسَائِرِ المُسْلِمِينَ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah II
الحَمْدُ للهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيمِ سُلْطَانِكَ. وَلَكَ الحَمْدُ بِالقُرْآنِ، وَلَكَ الحَمْدُ بِالإِسْلَامِ، وَلَكَ الحَمْدُ بِإِرْسَالِكَ مُحَمَّدًا. وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الَّذِي بَعَثَهُ بِالهُدَى وَدِينِ الحَقِّ، لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ، وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ. أَمَّا بَعْدُ.
فَيَا عِبَادَ اللهِ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ تَعَالَى أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ، وَثَلَّثَ بِكُمْ أَيُّهَا المُؤْمِنُوْنَ، فَقَالَ: "إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا". اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَقِيَّةِ الصَّالِحِينَ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ، وَالمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، وَوَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ الإِسْلَامِ وَالمُسْلِمِيْنَ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا، أَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، اِشْفِ مَرْضَانَا، وَارْحَمْ مَوْتَانَا، وَلَا تُخَيِّبْ رَجَاءَنَا، وَاخْتِمْ بِالبَاقِيَاتِ الصَّالِحَاتِ أَعْمَالَنَا. اللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا البَلَدَ آمِنًا مُّطْمَئِنًّا.
اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الغَلَاءَ وَالوَبَاءَ وَالفَحْشَاءَ وَالمُنْكَرَ وَالشَّدَائِدَ وَالمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا وَبَلَدِ فِلَسْطِيْنَ خَاصَّةً، وَسَائِرِ بِلَادِ المُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّآ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ، وَتُبْ عَلَيْنَآ إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ. رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارَكَ وَسَلَّمَ، وَالحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ.
