Tanggapi Isu Pasca Demo, Bupati Situbondo Tegaskan Komitmen Terhadap Keterbukaan dan Demokrasi

06 - Aug - 2025, 01:47

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau akrab disapa Mas Rio saat press release terkait fenomena pasca demonstrasi seminggu lalu, Rabu (06/08/2025). (Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES)


JATIMTIMES - Suasana sosial Kabupaten Situbondo sempat memanas setelah adanya aksi demonstrasi yang digelar sekitar satu minggu lalu. Meski tidak berlangsung rusuh, demo tersebut memicu berbagai spekulasi publik, termasuk laporan yang masuk ke pihak kepolisian. 

Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti siapa yang dilaporkan maupun substansi hukum dari laporan tersebut.

Baca Juga : Warga Desa Sejati Terima Bantuan Beras, Pemerintah Desa Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo dalam pernyataan terbukanya kepada publik, akhirnya menanggapi berbagai isu yang berkembang pasca aksi tersebut. Ia menyebut bahwa apa yang terjadi adalah bagian dari dinamika yang wajar dalam sistem demokrasi, khususnya saat daerah tengah memasuki masa transisi pemerintahan pasca Pilkada.

“Kalau boleh saya ibaratkan, ini seperti reset pabrik pada HP. Saat kepemilikan berganti, sistem harus diatur ulang. Begitu juga dengan pemerintahan dan tim-tim yang berada di dalamnya,” ujar Bupati dengan analogi yang cukup menarik, Rabu (06/08/2025).

Menurutnya, masa transisi ini sangat memengaruhi pola hubungan antara masyarakat, pemerintahan, dan kelompok-kelompok pendukung politik. Bahkan, ia mengakui bahwa isu-isu yang berkembang tidak sepenuhnya negatif. Sebagian justru mendorong terjadinya diskusi dan tukar pikiran yang konstruktif.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya selama ini telah aktif merespons berbagai komentar dan isu publik melalui kanal media sosial pribadi seperti TikTok, Instagram, Facebook, dan lainnya. Meski belum pernah membuat pernyataan resmi sebelumnya, ia menegaskan bahwa ia tidak pernah menutup diri terhadap kritik maupun saran.

“Saya sering diajak diskusi soal pertanian, pariwisata, peternakan, dan sektor lainnya. Banyak ide bagus yang saya terima, dan itu menunjukkan bahwa masyarakat Situbondo punya perhatian besar terhadap pembangunan,” ungkapnya.

Namun demikian, ia tidak menutup mata bahwa sebagian kalangan merasa situasi politik dan sosial saat ini kurang menguntungkan, terutama dari perspektif politik praktis. Meski begitu, ia menilai bahwa prediksi dan manuver politik adalah hal yang wajar dalam iklim demokrasi.

Dalam upaya membangun komunikasi yang lebih terbuka, Pemkab Situbondo telah menggagas berbagai program dialog publik. Salah satunya adalah forum diskusi bersama semua elemen yang rutin digelar. “Malam ini pun kami kembali mengadakan forum diskusi. Siapa saja boleh hadir dan mengkritik saya secara langsung,” ucap Bupati.

Tidak hanya itu, ia juga menegaskan bahwa Pendopo Rakyat Situbondo terbuka selama 24 jam. Warga yang ingin menyampaikan keluhan, kritik, atau saran dapat datang kapan saja. “Mau datang jam 2 atau jam 3 pagi pun, kopi tersedia. Pendopo tidak pernah dikunci. Ini adalah bentuk komitmen saya untuk tetap dekat dengan rakyat,” tegasnya.

Terkait isu penganiayaan terhadap jurnalis yang sempat mencuat, Bupati membantah keras tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa tudingan itu tidak berdasar dan hanya bersumber dari informasi yang simpang siur.

“Sejak senin kemarin kami sudah berkoordinasi sudah video call dengan instansi atau institusi pelapor dan beberapa pihak, dimana saya sampaikan Situbondo kondusif, tidak seperti yang diinformasikan seolah di framing adanya persekusi terhadap teman-teman jurnalis. Saya ini aktivis mahasiswa dulunya. Demonstrasi itu makanan saya sejak lama. Saya tidak alergi demo,” katanya.

Baca Juga : KUA-PPAS APBD 2025, Pemkot dan DPRD Fokus Dongkrak Ekonomi Surabaya  

Ia mengaku telah berkomunikasi dengan instansi atau institusi pelapor, terkait atas laporan yang masuk ke Polres Situbondo. Bahkan, pihak institusi tersebut telah mengambil langkah-langkah evaluasi yang dilakukan secara internal dan profesional.

"Kami terbuka dengan semua laporan. Tapi harus juga adil dan bijak dalam menyikapi informasi. Jangan sampai ada hoaks yang justru menyesatkan publik,” tambahnya.

"Oleh karena itu, Saat ini saya ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat Mari kita bergandengan tangan, dan sudah tidak ada lagi rencana rencana aksi seperti terjadi di luar Situbondo seperti, di Bondowoso dan Pamekasan yang tanpa mengkonfirmasi kebenarannya seperti apa. Ini terkait kondusifitas Jawa Timur secara umum," ungkapnya.

“Saya memang memilih diam. Tapi bukan berarti tidak bertindak. Kami siapkan langkah-langkah hukum melalui tim kuasa hukum, agar jika terjadi sesuatu yang melanggar hukum, ada dasar kami untuk bertindak,” imbuhnya.

Menariknya, Bupati juga menyampaikan bahwa menyiapkan  kendaraan yang dapat digunakan oleh teman-teman Jurnalis dan wartawan saat ingin mengikuti kegiatan pemkab. “Disini sudah disiapkan dua mobil, asa Mobil Hiace dan Avanza bisa teman-teman jurnalis pakai untuk ikut kegiatan kami, siapa saja boleh ikut. Tidak ada batasan. Tidak boleh ada lagi framing wartawan istana atau wartawan jalanan,” tegasnya.

Ia berharap situasi pasca demo ini dapat menjadi momentum introspeksi bersama. “Saya tidak anti kritik. Tapi kalau saya melakukan pelanggaran seperti korupsi, kolusi, atau nepotisme, saya harap diingatkan. Saya siap dikritik keras. Tapi selama saya bertindak untuk kepentingan rakyat, mari kita dukung bersama,” ujarnya.

Bupati juga menekankan keterbukaan pemerintahannya dalam hal anggaran dan pengelolaan keuangan daerah. “Selama lima bulan ini, saya membuka seluruh informasi keuangan. Siapa pun boleh tanya, boleh akses. Kita ingin birokrasi yang transparan,” tandasnya.

Mengakhiri pernyataannya, Bupati Situbondo mengajak semua elemen masyarakat untuk bergandengan tangan dan tidak larut dalam polarisasi atau konflik yang tidak produktif. “Sudah cukup, mari kita melangkah bersama. Kita sambut Situbondo Naik Kelas. Pintu saya selalu terbuka, telinga saya siap mendengar,” tutupnya.


Topik

Peristiwa, Situbondo, Yusuf Rio, Mas Rio, demo,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette