Gunung Lewotobi Laki-Laki Berubah Bentuk Usai Erupsi, Aktivitas Masih Tinggi
Reporter
Mutmainah J
Editor
A Yahya
03 - Aug - 2025, 06:47
JATIMTIMES - Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami perubahan bentuk tubuh gunung setelah erupsi dahsyat yang terjadi pada Jumat dan Sabtu, 1–2 Agustus 2025. Perubahan ini menjadi perhatian Badan Geologi karena menandakan aktivitas vulkanik gunung tersebut masih tinggi.
Kronologi Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
Badan Geologi melaporkan bahwa erupsi pertama terjadi pada Jumat (1/8/2025) pukul 20.48 WITA, disertai kilatan petir vulkanik.
• Tinggi kolom abu: 10.000 meter di atas puncak
• Warna abu: Kelabu pekat
• Tipe gunung api: Strato
Usai erupsi, gunung menunjukkan perubahan struktur berupa pengempisan tubuh karena sebagian material telah keluar dari perut gunung.
Hasil Pemantauan Badan Geologi
Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, menjelaskan bahwa meski tubuh gunung tampak mengempis, potensi erupsi susulan masih ada.
Baca Juga : Geger Penemuan Pemakaman Bayi di Samping Rumah, Polres Tulungagung Periksa Wanita Muda Tinggal Sendirian
“Suplai magma dari kedalaman hingga dangkal masih berlangsung, hanya saja pergerakannya kini sedikit melambat,” ujarnya, Minggu (3/8/2025).
Pemantauan dengan Tiltmeter dan Global Navigation Satellite System (GNSS) menunjukkan tren deflasi atau penurunan tekanan dalam 24 jam terakhir.
Makna tren deflasi: Sebagian material dari dalam gunung telah keluar
Kondisi morfologi: Permukaan gunung masih belum stabil sepenuhnya.
Baca Juga : Muncul Wacana Pemanfaatan Hutan Kota Malabar jadi Tempat Jualan PKL
Status Gunung Lewotobi Masih Level IV (Awas)
Meskipun ada tren penurunan tekanan, aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki tetap tinggi.
• Tingkat aktivitas: Level IV (Awas)
• Alasan: Perubahan morfologi belum stabil, suplai magma belum sepenuhnya berhenti
Masyarakat di sekitar gunung diimbau untuk tetap waspada, mematuhi radius bahaya yang ditetapkan, dan selalu memantau informasi resmi dari PVMBG dan Badan Geologi.
Dengan kondisi saat ini, perubahan bentuk Gunung Lewotobi menjadi sinyal aktivitas vulkanik yang belum berakhir. Meskipun tubuh gunung terlihat mengempis, potensi erupsi susulan tetap ada, sehingga kewaspadaan menjadi kunci utama untuk menghindari risiko bencana.
