Mahasiswa KKN Unisba Blitar Dorong UMKM Bendogerit Naik Kelas Lewat Branding Digital

Reporter

Aunur Rofiq

Editor

A Yahya

02 - Aug - 2025, 04:25

Mahasiswa KKN Unisba Blitar Kelompok 8 berfoto bersama warga Kelurahan Bendogerit usai menggelar diskusi publik bertema strategi branding dan pemasaran digital untuk UMKM, Jumat (1/8/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat di era digital. (Foto: Ist)


JATIMTIMES Upaya pemberdayaan ekonomi warga kembali mendapat dorongan dari dunia akademik. Kali ini, giliran mahasiswa Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar yang turun langsung ke masyarakat, membawa semangat digitalisasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kelurahan Bendogerit, Kota Blitar.

Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kelompok 8 mahasiswa Unisba Blitar menggelar diskusi publik bertema “Strategi Terpadu Branding dan Pemasaran dalam Aras Media Sosial untuk Meningkatkan Daya Saing dan Jangkauan Pasar di Era Digitalisasi”. Kegiatan berlangsung pada Jumat (1/8/2025) di Balai Kelurahan Bendogerit dan menghadirkan sejumlah pelaku UMKM, kader PKK, serta tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga : Perkuat Program, Bupati Sanusi Minta Sinergi TP PKK Kabupaten Malang dan Perangkat Daerah

Diskusi ini menjadi bagian dari rangkaian program kerja KKN yang berfokus pada penguatan kapasitas warga dalam menghadapi tantangan transformasi digital. Mahasiswa tidak sekadar mengedukasi, tetapi juga menginisiasi ruang belajar bersama antara akademisi dan pelaku usaha lokal.

Menghadirkan Yufi Priyo S., ST, MM, seorang akademisi sekaligus praktisi pemasaran digital, kegiatan ini memberikan wawasan menyeluruh tentang pentingnya membangun identitas merek dan keterlibatan konsumen di media sosial. Dalam paparannya, Yufi menegaskan bahwa kehadiran UMKM di platform digital tak cukup hanya sebagai formalitas.

“UMKM harus punya narasi yang kuat. Branding bukan soal logo, tapi tentang konsistensi identitas dan keterlibatan. Media sosial bukan sekadar etalase, melainkan ruang dialog dengan konsumen,” terang Yufi di hadapan peserta yang terlihat antusias.

Ia juga menguraikan langkah-langkah praktis dalam merancang strategi pemasaran berbasis algoritma media sosial, termasuk pentingnya visual yang relevan, waktu unggah konten, hingga pemanfaatan fitur-fitur promosi yang disediakan oleh platform digital.

Diskusi berlangsung interaktif. Sejumlah peserta aktif bertanya dan membagikan pengalaman usaha mereka. Dari sini, muncul sejumlah ide pengembangan usaha, mulai dari rebranding produk lokal hingga kolaborasi lintas pelaku UMKM di lingkungan Bendogerit. Mahasiswa KKN Unisba berkomitmen untuk terus mendampingi proses ini selama masa pengabdian mereka.

Dosen Pembimbing Lapang KKN, Dr. Tri Endrawati, SP, MP, mengapresiasi keterlibatan aktif warga dan mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, inisiatif ini membuktikan bahwa perguruan tinggi bukan menara gading, melainkan mitra masyarakat dalam membangun kapasitas lokal.

“Mahasiswa tidak hanya belajar mengabdi, tapi juga belajar merespons kebutuhan riil masyarakat. Sinergi semacam ini harus terus diperkuat, agar program KKN benar-benar berdampak,” tuturnya.

Baca Juga : Berbasis Heppiee Learning, UIBU Naik Kelas ke Level Nasional

Pemerintah Kelurahan Bendogerit juga menyambut positif gagasan edukatif dari mahasiswa Unisba. Lurah Bendogerit, Aruna Indriya Wijayanti, S.STP, menilai kegiatan semacam ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, khususnya dalam mendukung UMKM go digital.

“Banyak pelaku usaha di wilayah kami yang sedang belajar menyesuaikan diri dengan era digital. Kehadiran mahasiswa membawa energi baru dan pengetahuan praktis. Kami berharap ini jadi awal dari gerakan yang lebih luas,” ungkap Aruna.

Lebih dari sekadar diskusi, kegiatan ini menjadi jembatan antara ilmu kampus dan realitas lapangan. Mahasiswa turut menyusun peta kebutuhan branding UMKM di Bendogerit, yang nantinya akan dijadikan basis dalam merancang pendampingan lanjutan.

Dengan pendekatan partisipatif dan semangat kolaboratif, program ini memperlihatkan bahwa transformasi digital bukan hanya urusan kota besar dan korporasi. Di kelurahan kecil seperti Bendogerit, gerakan perubahan dimulai dari ruang diskusi, dari semangat berbagi, dan dari kerja diam-diam para mahasiswa.

Program KKN Unisba Blitar di Bendogerit menjadi bukti bahwa pembangunan sumber daya manusia dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Ketika kampus dan warga berjalan bersama, masa depan yang inklusif dan adaptif bukan lagi sekadar wacana, melainkan kenyataan yang tengah dibangun.


Topik

Pendidikan, unisba, unisba blitar, tri endrawati, yufi priyo, kota blitar,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette