Belum Ada Kasus Kesehatan soal Air Galon Guna Ulang, Pakar Kesehatan Pertanyakan Desakan Pelabelan BPA
Reporter
M. Bahrul Marzuki
Editor
Yunan Helmy
31 - Jul - 2025, 12:27
JATIMTIMES - Gerakan masif yang dilakukan sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mau mengintervensi atau memaksa agar dilakukan percepatan terhadap pelabelan BPA pada kemasan galon guna ulang dipertanyakan banyak pihak. Desakan tersebut dinilai tidak relevan sama sekali karena tidak disertai bukti-bukti sesuai fakta yang terjadi di masyarakat.
Para praktisi kesehatan mengatakan belum pernah menemukan di masyarakat ada yang melaporkan terkena penyakit setelah mengonsumsi air minum dalam kemasan galon guna ulang.
Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra mengatakan belum pernah menemukan fakta AMDK (air minum dalam kemasan) galon guna ulang ini berdampak bagi kesehatan masyarakat.
Baca Juga : Gara-Gara Kritik Sound Horeg, Warga Kediri Diteror dan Dijauhi Tetangga
"BPA ini, dari kasus konsumsi, kami belum melihat evidence base atau fenomena dan fakta yang cukup dan berdampak luas di masyarakat," ungkapnya.
Dokter spesialis onkologi Bajuadji juga menjelaskan belum ada satu pun pasien yang ditanganinya mengeluhkan sakit karena meminum air kemasan galon guna ulang.
“Jujur, saya sendiri belum pernah ada pasien datang karena riwayat penggunaan air galon isi ulang yang kemudian mengakibatkan terjadinya kelainan pada tubuhnya atau kelainan pada organ yang lain,” ucap dia.
Hal senada disampaikan dokter spesialis kandungan dr M. Alamsyah Aziz SpOG (K) MKes. Menurut dia, belum ada seorang ibu hamil yang janinnya terganggu kesehatannya hanya karena mengkonsumsi air galon guna ulang.
Dokter spesialis anak sekaligus Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Dr dr Rini Sekartini SpA (K) juga mengatakan hingga saat ini belum ada bukti bahwa air galon guna ulang itu bisa menyebabkan penyakit pada anak. "Itulah sebabnya hingga saat ini pun belum ada kajian yang dilakukan terkait hal tersebut," katanya.
Hal senada juga disampaikan Ketua Umum Asosiasi Depot Air Minum Isi Ulang (Asdamindo) Erik Garnada. Menurut dia, ada hal yang lebih penting untuk dikritisi para LSM ketimbang persoalan pelabelan BPA pada galon guna ulang ini. Dia mencontohkan salah satunya adalah terkait banyaknya pemakaian galon sekali pakai yang digunakan masyarakat untuk isi ulang.
“Ini lebih berbahaya lagi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Kenapa nggak yang seperti ini saja yang dikritisi para LSM itu,” ucapnya.
Senada, pembina Asosiasi Pengusaha Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) DPD Jawa Tengah Willy Bintoro menyampaikan desakan sebuah LSM yang ingin agar pelabelan BPA terhadap kemasan galon guna ulang itu dipercepat itu tidak rasional sama sekali.
Baca Juga : Mendadak Belok, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Mahasiswa di Pakisaji
“Sampai sekarang belum ada bukti-bukti ilmiah yang kuat yang menunjukkan bahwa paparan BPA dari galon guna ulang itu menyebabkan dampak kesehatan yang signifikan,” ujarnya.
