Abu Hurairah dan Ibunya: Kisah Haru Perjalanan Menuju Hidayah

31 - Jul - 2025, 10:50

Ilustrasi Abu Hurairah dan sang ibu (ist)


JATIMTIMES - Tak semua perjalanan menuju hidayah itu lurus dan mudah. Namun, kisah Abu Hurairah dan ibunya menunjukkan bahwa doa tulus seorang anak bisa menjadi jembatan datangnya cahaya iman. Di balik perannya sebagai perawi ribuan hadis, Abu Hurairah juga menyimpan kisah haru sebagai anak yang berjuang mendampingi ibunya hingga akhirnya memeluk Islam.

Abu Hurairah yang bernama asli Abdurrahman bin Shakhr Al-Azdi, dikenal sebagai salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang paling produktif meriwayatkan hadis. Namun, tak banyak yang tahu bahwa perjalanannya menuju Islam tidak semulus yang dibayangkan, terutama saat menyangkut sang ibunda.

Baca Juga : Kalender Jawa Kamis Wage, 31 Juli 2025: Watak Weton, Rezeki, Jodoh dan Pantangan

Dikisahkan oleh Abu Kasir, Yazid bin Abdurrahman yang mendengarnya langsung dari Abu Hurairah, suatu ketika sang sahabat mencoba mengajak ibunya untuk memeluk Islam. Namun bukan sambutan hangat yang diterima, justru ibunya melontarkan cacian kepada Rasulullah SAW.

Luka itu terlalu dalam bagi Abu Hurairah. Ia tak bisa menyembunyikan kesedihan dan air matanya, lalu segera menemui Rasulullah.

"Ya Rasulullah, aku telah berusaha mengajak ibuku masuk Islam, namun ia tetap menolak. Bahkan hari ini, ketika aku kembali mendakwahinya, beliau justru mencaci engkau. Mohon doakan agar Allah memberi hidayah kepada ibu Abu Hurairah," pinta Abu Hurairah sambil terisak.

Mendengar permohonan yang tulus itu, Rasulullah pun berdoa, “Ya Allah, berikanlah hidayah kepada ibu Abu Hurairah.”

Hati Abu Hurairah langsung dipenuhi harapan. Ia pulang dengan perasaan lega dan bahagia. Namun setibanya di rumah, ia mendapati pintu terkunci. Dari dalam terdengar suara sang ibu berkata, “Tetaplah di tempatmu, wahai Abu Hurairah.”

Tak lama, terdengar suara air mengalir. Rupanya, sang ibu tengah mandi. Setelah itu, ia mengenakan jubah dan kerudung, lalu membuka pintu dan berkata:

"Wahai Abu Hurairah, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya."

Baca Juga : Santri Diduga Korban Penganiayaan Pengasuh Ponpes di Pakisaji Jalani Trauma Healing, Mengaku Dipukul 34 Kali

Mendengar ucapan itu, Abu Hurairah sontak menangis haru. Bukan lagi air mata kecewa, melainkan tangis bahagia. Doa Nabi Muhammad baru saja dikabulkan oleh Allah. Dengan semangat dan sukacita, ia segera kembali menemui Rasulullah untuk menyampaikan kabar gembira itu.

"Ya Rasulullah, bergembiralah! Allah telah mengabulkan doamu. Ibu Abu Hurairah kini telah memeluk Islam," ucapnya penuh syukur.

Mendengar kabar itu, Rasulullah memuji Allah dan berkata, “Bagus.” Lalu Abu Hurairah mengajukan satu permintaan lagi.

"Ya Rasulullah, doakan aku dan ibuku agar dicintai oleh seluruh orang beriman, dan agar kami pun mencintai semua orang beriman."

Rasulullah pun mengangkat tangan dan berdoa : “Ya Allah, jadikanlah Abu Hurairah dan ibunya dicintai oleh semua hamba-Mu yang beriman, dan jadikanlah mereka berdua mencintai semua orang yang beriman.”


Topik

Agama, kisah sahabat nabi, Abu Hurairah dan ibunya, kisah hidayah dalam Islam, doa anak untuk orang tua, kisah haru Abu Hurairah, doa yang dikabulkan,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette