Operasi Patuh Semeru 2025 Kota Malang: Pelanggaran Naik 44 Persen, Tapi Kecelakaan Turun Dibanding 2024

30 - Jul - 2025, 08:22

Salah satu momen pelanggar saat ditilang petugas Satlantas Polresta Malang Kota pada Operasi Patuh 2025 (foto: Satlantas Polresta Malang Kota for JatimTIMES)


JATIMTIMES - Pengawasan lalu lintas di Kota Malang makin ketat, Satlantas Polresta Malang Kota kembali menggencarkan penindakan pelanggaran lalu lintas melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) selama pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2025. Hasilnya, ribuan pelanggaran berhasil diciduk hanya dalam waktu 12 hari.

Dari data resmi yang diterima media ini, sebanyak 3.956 pelanggaran lalu lintas tercatat selama operasi yang digelar pertengahan Juli 2025 lalu. Mayoritas pelanggar terekam kamera ETLE, baik yang statis maupun mobile.

Baca Juga : Bupati Sanusi Salurkan Beasiswa Baznas untuk 126 Mahasiswa Baru di Enam Kampus

“Sebanyak 2.163 pelanggaran terekam ETLE statis, 312 dari ETLE mobile, dan 1.481 ditindak secara manual,” ujar Iptu Isrofi, Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polresta Malang Kota. 

Jenis pelanggaran yang paling dominan berasal dari pengendara motor yang tidak memakai helm, dengan 1.486 kasus, disusul pelanggaran tidak mengenakan sabuk pengaman sebanyak 1.420 kasus. Sementara itu, pelanggaran knalpot brong juga masih marak, mencapai 652 kasus.

Ada pula pelanggaran melawan arus (293 kasus), berkendara sambil bermain ponsel (66 kasus), hingga pelanggaran oleh pengendara di bawah umur (39 kasus).

Jenis pelanggaran yang paling dominan berasal dari pengendara motor yang tidak memakai helm, dengan 1.486 kasus, disusul pelanggaran tidak mengenakan sabuk pengaman sebanyak 1.420 kasus. Sementara itu, pelanggaran knalpot brong juga masih marak, mencapai 652 kasus.

Ada pula pelanggaran melawan arus (293 kasus), berkendara sambil bermain ponsel (66 kasus), hingga pelanggaran oleh pengendara di bawah umur (39 kasus).

Jika dibandingkan dengan Operasi Patuh Semeru 2024, jumlah pelanggaran tahun ini melonjak tajam 44 persen. Tahun lalu, total hanya 2.756 pelanggaran, terdiri dari 1.847 pelanggaran ETLE statis, 646 ETLE mobile dan 263 penindakan manual. 

Namun, yang cukup mengejutkan, meski pelanggaran meningkat, angka kecelakaan justru turun. Tahun 2025 hanya mencatat 6 kasus kecelakaan, turun dari 7 kejadian pada 2024 setara penurunan 14 persen.

Baca Juga : Pastikan Tepat Sasaran, Bupati dan Wabub Monitor Langsung Penyaluran Bantuan Pangan di Sidoarjo

Menurut Iptu Isrofi, peningkatan jumlah pelanggaran bukan hanya karena tingkat pelanggaran yang tinggi, tapi juga karena sistem ETLE kini bekerja lebih optimal.

"Operasi ini bukan hanya soal penindakan, tapi juga edukasi keselamatan bagi pengendara," tambahnya.

Satlantas pun berkomitmen untuk terus meningkatkan patroli dan penindakan berbasis ETLE, sekaligus mendorong sosialisasi pentingnya keselamatan berkendara, terutama penggunaan helm dan sabuk pengaman.

"Kami harap dengan ETLE dan edukasi yang terus berjalan, masyarakat Kota Malang makin tertib dan kecelakaan bisa ditekan secara berkelanjutan," pungkas Isrofi.


Topik

Peristiwa, Operasi Patuh Semeru, Polresta Malang Kota, Electronic Traffic Law Enforcement, ETLE,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette