Dua Ojol Tewas Mengenaskan, Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim Serukan Keadilan
Reporter
Muhammad Choirul Anwar
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
29 - Jul - 2025, 07:59
JATIMTIMES - Kejadian memilukan yang menimpa dua pengemudi ojek online (ojol) belakangan ini mengundang duka mendalam, termasuk bagi Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim Lilik Hendarwati. Dua pengemudi ojol tewas dalam kondisi mengenaskan di hari yang sama, Minggu (27/7/2025) lalu.
Seorang driver pria asal Surabaya ditemukan dalam kondisi gantung diri. Sementara seorang driver perempuan asal Sidoarjo ditemukan tak bernyawa, tubuhnya terbungkus plastik dan kardus di wilayah Gresik.
Baca Juga : Bonus Atlet dan Pelatih Porprov 2025 Cair, KONI Kota Kediri Siapkan Target 80 Emas di 2027
Lilik Hendarwati menyebut kejadian tersebut sebagai “tangisan sunyi dari jalanan” yang harus didengar dan ditindaklanjuti secara serius oleh negara. Hidup mereka berakhir tragis, meninggal dalam keadaan tidak wajar.
“Dalam sepekan ini, hati kita tercabik menyaksikan dua tragedi memilukan menimpa para pekerja ojek online. Satu ditemukan gantung diri karena tekanan hidup yang mencekik, satu lagi dibunuh saat berjuang mengais rezeki,” ujar Lilik, yang juga anggota DPRD Jatim dari Dapil Surabaya.
Menurutnya, kedua korban bukan sekadar pengemudi. Mereka adalah pejuang nafkah, ayah dan ibu dari keluarga yang menaruh harapan pada setiap kilometer perjalanan mereka.
“Duka ini bukan hanya milik keluarga mereka, tapi milik kita semua. Ini bukan semata tragedi personal, melainkan potret getir dari kondisi sosial-ekonomi dan keamanan masyarakat kita hari ini. Jika negara belum mampu memberi kesejahteraan yang layak, maka paling tidak: beri mereka rasa aman,” tegas legislator PKS yang punya binaan komunitas ojol ini.
Tragedi yang menimpa dua pengemudi ojol ini menjadi peringatan keras bahwa di balik riuhnya kendaraan dan lalu lintas kota, ada jeritan diam yang tak boleh lagi diabaikan. Karena itu, ia menyerukan agar pemerintah tidak lagi menutup mata terhadap nasib para pekerja sektor informal yang rentan secara ekonomi maupun keamanan.
Lilik mengusulkan serangkaian langkah konkret. Mulai dari perlindungan hukum dan keamanan bagi pengemudi ojol dan kurir, pembentukan sistem pengaduan dan perlindungan berbasis komunitas, hingga skema jaminan sosial dan bantuan produktif bagi pekerja harian.
Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya penyediaan fasilitas istirahat dan titik aman di ruang publik, serta pemberdayaan ekonomi khususnya bagi perempuan pekerja informal yang menjadi tulang punggung keluarga.
Baca Juga : Jalankan Matrikulasi hingga September, Guru SR di Kota Malang Dipastikan Tak Ada yang Mundur
“Negara tak boleh kalah oleh keheningan derita warganya. Jangan tunggu tragedi berikutnya untuk membuat kita sadar,” katanya.
Lilik turut mengajak masyarakat untuk peduli dan saling menjaga. Kepada para pengemudi ojol, ia menyampaikan empati dan penghargaan setinggi-tingginya atas perjuangan mereka yang kerap tak terlihat.
“Perjuangan kalian bukan remeh. Kalian adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Kami dengar suara kalian. Kami akan terus suarakan hak kalian. Keadilan sosial bukan sekadar janji konstitusi, tapi tugas mulia kita bersama,” tutupnya.
Disclaimer: Artikel ini bukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan bunuh diri. Jika mengalami tanda-tanda depresi dengan kecenderungan pemikiran untuk mengakhiri hidup, sebaiknya segera melakukan konsultasi ke psikolog, psikiater, atau pihak-pihak terkait.
