Waspadai Deepfake AI, Berikut Tipsnya
Reporter
Irsya Richa
Editor
Yunan Helmy
28 - Jul - 2025, 02:25
JATIMTIMES - Di tengah perkembangan teknologi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) saat ini mulai banyak digunakan untuk tindak kejahatan dan penipuan. Karena itu, Polda Jatim mengimbau untuk mewaspadai deepfake Al.
Deepfake AI adalah jenis kecerdasan buatan untuk membuat konten visual yang sangat realistis dengan mengubah atau mengganti wajah seseorang dalam video atau gambar. Kecanggihan teknologi deepfakebisa membuat masyarakat sering tidak dapat membedakan yang mana asli dan palsu. Hal ini akan menjadi makin mengkhawatirkan.
Baca Juga : Ramalan Zodiak 28 Juli 2025: Aries Diuji, Leo Harus Lepaskan Beban Emosi
Deepfake sering digunakan oleh para penjahat siber untuk menipu masyarakat. Karena itu, Humas Polda Jatim melalui media sosialnya mengimbau masyarakat khususnya di Jawa Timur mewaspadai hal tersebut.
“Deepfake adalah teknologi Al yang mampu memanipulasi wajah, suara, dan gerak tubuh seseorang dalam bentuk foto, video, maupun audio sehingga terlihat nyata, padahal palsu,” tulis akun Instagram Polda Jatim.
Polda Jatim pun memberikan tips agar terhindar dari kejahatan deepfake AI. Pertama jaga privasi digital dengan menghindari mengunggah foto atau video secara berlebihan.
Kedua kenali tanda-tanda deepfake, seperti gerak bibir dan suara tidak sejalan, wajah tampak tidak alami. Ketiga, pakai aplikasi anti-deepfake seperti Truepic atau aplikasi AI lainnya. Keempat edukasi diri dan orang lain tentang bahaya deepfake.
Kelima bijak dalam bersosial media dan laporkan segera jika terjadi penipuan secara onlines. “Mari bersama-sama ciptakan ruang digital yang aman dan bebas dari kejahatan siber,” imbuh imbauan tersebut.
Baca Juga : Tanggal 28 Juli Memperingati Hari Apa? Ini Deretan Peringatannya
Lewat imbauan tersebut, masyarakat diminta mewaspadai berbagai aksi kriminalitas dan penipuan yang memanfaatkan teknologi AI. Melihat saat ini video-video yang dihasilkan oleh AI nyaris sempurna, banyak orang bahkan terkecoh.
Beberapa saat lalu Polda Jatim berhasil mengungkap kejahatan siber berupa manipulasi data menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Kasus ini melibatkan penggunaan teknologi deepfake untuk memalsukan pernyataan video kepala daerah yang kemudian disebarkan melalui media sosial sebagai modus penipuan.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mudah mempercayai informasi yang beredar. “Kami mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati dan memastikan kebenaran informasi melalui sumber resmi,” tegasnya dikutip dari Kominfo.Jatimprov.
