Peringatan Hari Sungai Nasional, Festival Kali Brantas: Momentum Merawat Kehidupan dari Hulu ke Hilir

Reporter

Riski Wijaya

27 - Jul - 2025, 07:52

Serangkaian kegiatan Festival Kali Brantas. (Foto: Istimewa)


JATIMTIMES - Memperingati Hari Sungai Nasional, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Malang menggelar serangkaian kegiatan bertajuk Rijik-rijik Kali Brantas. Kali Brantas atau Sungai Brantas merupakan salah satu sungai terbesar yang mengalir di Kota Malang. 

Rijik-rijik Kali Brantas yang dikemas dalam Festival Kali Brantas #4 dimaknai sebagai simbol gotong royong dan kepedulian lingkungan. Sehingga, tidak dimaknai hanya kegiatan fisik membersihkan sungai, melainkan gerakan spiritual merawat keseimbangan ekosistem dan warisan budaya.

Baca Juga : Isu Beras Oplosan, Sejumlah Merek di Pasar Tradisional Dapat Pasokan Baru

Puncak kemeriahan Festival Kali Brantas #4 digelar penuh semangat di Kampung Biru Arema, Kelurahan Kidul Dalem, Kota Malang. Sejak pagi pukul 07.00 hingga siang hari, suasana kampung di bantaran Brantas itu hidup oleh derap langkah warga. Semangat gugur gunung rijik-rijik Kali Brantas, dan alunan Nyanyian Arema Kali Brantas dari kelompok angklung bambu anak-anak muda Kiduldalem.

Acara dibuka dengan aksi bersih-bersih sungai oleh warga setempat. Yang di dalamnya juga didukung penuh oleh Lurah Kidul Dalem, Babinsa, dan Babinkamtibmas. Warga juga nampak semangat dan antusias untuk menjadikan sungai sebagai halaman depan yang layak dimuliakan.

Penampilan Bantengan Arema, kesenian khas Malang, menggugah semangat warga. Sementara Nyanyian Arema Kali Brantas, sebuah musik akustik kolaboratif angklung bambu mengisi udara dengan pesan cinta lingkungan dan kebanggaan atas sungai yang menjadi nadi peradaban Malang.

“Festival ini bukan cuma soal wisata. Ini adalah panggilan batin, untuk menjaga sungai sebagai sumber kehidupan, inspirasi seni, dan ruang spiritualitas kita,” ujar Kordinator Pokdarwis Kota Malang, Isa Wahyudi, Minggu (27/5/2025).

Lebih dari sekadar Festival dari Hulu ke Hilir, namun juga sebagai Perayaan Sungai Sebagai Roh Kebudayaan. Festival Kali Brantas #4 tahun ini digelar lintas kawasan, dari hulu di Titik Nol Sumber Brantas Arboretum Kota Batu hingga hilir di tujuh kampung tematik.

Yakni Kampung Keramik Dinoyo, Kampung Grabah Penanggungan, Kampung Putih Klojen, Kampung Biru Arema Kidul Dalem, Kampung Tridi Kesatrian, Kampung Warna Warni Jodipan, Kampung Lampion Jodipan

Rangkaian acara diawali Petik Tirta Amerta di sumber Brantas pada Jumat (25/7/2025) lalu, dilanjutkan Kenduren dan Larung Sesaji Sabtu (26/7/2025) kemarin di Kampung Grabah Penanggungan, sebagai wujud doa syukur dan perlambang harmoni manusia dengan alam.

Baca Juga : Tren Riasan Look Maskot Digemari di Tengah Euforia Karnaval

Di puncak acara Peringatan Hari Sungai Nasional di Kampung Warna warni, pengunjung disuguhkan sejumlah pertunjukan. Seperti Dolanan Lempung Brantas di Kampung Keramik Dinoyo & Grabah Penanggungan.

Kemudian juga Kampanye Nyanyian Kali Brantas di Kampung Tridi, Putih, Lampion, Warna-Warni. Penampilan Miben Voice Group anak-anak Supit Urang yang menyanyikan lagu dolanan bertema lingkungan Dan di rurup sengan Nyadran Kali Brantas serta Ruwatan Wayang Topeng Ronggeng Kali Brantas sebagai ruwatan malam di Warna-Warni, dipersembahkan oleh Kampung Budaya Polowijen.

Ki Demang, sapaan akrabnya mengatakan bahwa festival ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai sungai bukan sebagai beban, melainkan berkah. Hal tersebut coba disampaikan dengan balutan budaya dan gotong royong. 

"Melalui budaya, ritual, dan gotong royong, masyarakat diajak untuk menyadari bahwa menjaga sungai berarti menjaga kehidupan, keberlanjutan, dan jati diri," tuturnya. 

Sebagaimana aliran Brantas yang menghubungkan desa-desa, kota-kota, dan generasi, Festival Kali Brantas adalah jembatan antara masa lalu dan masa depan. Di tengah tantangan lingkungan dan hilangnya kesadaran ekologis, semangat gugur gunung dan nyanyian Kali Brantas menjadi gema harapan, bahwa perubahan bisa dimulai dari tepian rumah kita sendiri.


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya, Malang, festival kali brantas, kampung warna-warni,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette