Bersih Desa Tumpang Malang Usung Tema Reksa Jinalayapura, Ini Maknanya
Reporter
Tubagus Achmad
Editor
Yunan Helmy
26 - Jul - 2025, 08:27
JATIMTIMES - Pemerintah Desa Tumpang berkolaborasi dengan Lembaga Adat Desa (LAD) Tumpang menggelar kegiatan bersih desa 2025 dengan mengusung tema Reksa Jinalayapura. Tema itu memiliki makna tersendiri untuk masyarakat Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.
Ketua LAD Tumpang Siti Nurviati menyampaikan, tema Reksa Jinalayapura untuk gelaran bersih desa di Desa Tumpang memiliki makna yang mendalam. Siti mengatakan bahwa Reksa Jinalayapura memiliki makna pergerakan dengan simbol yang membanggakan bagi masyarakat Desa Tumpang, yakni Candi Jago.
Baca Juga : MAN 1 Kota Malang Mantapkan Langkah Menuju WBK, Tanamkan Nilai Integritas Sejak Dini
"Reksa Jinalayapura itu adalah pergerakan. Reksa itu menjaga, Jinalayapura itu penamaan wilayah Candi Jago. Jadi Reksa Jinalayapura itu bagaimana kita menjaga warisan budaya yang ada di Tumpang," ujar Siti kepada JatimTIMES.com, Sabtu (26/7/2025).
Menurut Siti, Jinalayapura sendiri terpahat di dalam sebuah Prasasti Manjusri yang berada di belakang Arca Manjusri di Candi Jago yang berlokasi di Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang.
"Jinalayapura itu adalah terpahat di dalam sebuah Prasasti Manjusri di Candi Jago, pada eranya Adityawarman. Itu dicantumkan di situ, Adityawarman menuliskan bahwa telah dikebumikan di sini Raja Wisnuwardhana di Jinalayapura," jelas Siti.
Sehingga, menurut Siti, Jinalayapura selain dituliskan di Prasasti Manjusri, juga menjadi simbol penyemangat bagi masyarakat Desa Tumpang.
"Jadi, Jinalayapura selain dituliskan di prasasti itu juga menjadi penyemangat warga Tumpang untuk lebih melihat bagaimana kita melihat Candi Jago. Karena kan selama ini kita membelakangi Candi Jago, nggak pernah melihat Candi Jago," ucap Siti.
Baca Juga : Dua Hari Perang, Kamboja Serukan Gencatan Senjata dengan Thailand
Pada kegiatan bersih desa di Desa Tumpang ini, pihak panitia penyelenggara mengusung tema besar Reksa Jinalayapura dengan mengangkat relief pada Candi Jago ke dalam pagelaran kirab budaya dan kesenian.
"Harapannya semoga ini menjadi semangat baru bagi masyarakat Tumpang. Bagaimana membuat sebuah kesenian dan kebudayaan melihat kembali maupun mengembangkan relief-relief Candi Jago, entah menjadi apa pun. Menjadi produk ekonomi kreatif apa pun, bisa lewat wastra, lewat olahan makanan, lewat seni pertunjukan," pungkas Siti.
