Hari Keempat Operasi Patuh Semeru 2025, Satlantas Polres Malang Berikan Teguran kepada Seribu Pelanggar Lalin
Reporter
Tubagus Achmad
Editor
A Yahya
17 - Jul - 2025, 08:24
JATIMTIMES - Pada hari keempat operasi patuh semeru 2025, jajaran Satlantas Polres Malang telah memberikan teguran kepada 1.011 pengendara yang melanggar aturan lalu lintas (lalin) di wilayah hukum Polres Malang.
Kasatlantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin menyampaikan, data pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Malang terus dilakukan pengumpulan secara berkala dan analisa setiap hari.
Baca Juga : Ibu Lalai, Anak Ditemukan Orang dan Dibawa ke Polsek Sumbergempol
"Teguran diberikan kepada pelanggar yang masih bisa diberikan edukasi di tempat, sementara penegakan hukum tetap kami lakukan melalui ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement)," ungkap Chelvin, Kamis (17/7/2025).
Pihaknya menjelaskan, bahwa operasi patuh semeru 2025 digelar mulai tanggal 14 sampai 27 Juli 2025. Di mana dalam pelaksanaannya, operasi patuh semeru 2025 menyasar berbagai bentuk pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan di jalan raya.
Sejumlah pelanggaran yang tercatat di antaranya adalah tidak memakai helm, tidak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM) maupun Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), melanggar rambu lalu lintas dan marka jalan, tidak menggunakan sabuk pengaman, hingga muatan kendaraan yang melebihi kapasitas.
Perwira polisi dengan tiga balok dipundaknya ini mengatakan, pendekatan yang digunakan dalam operasi patuh semeru 2025 kali ini lebih mengedepankan sisi preemtif dan preventif. Di mana masyarakat diimbau untuk memahami bahwa tertib berlalu lintas bukan sekadar mematuhi aturan, tetapi juga bentuk perlindungan terhadap keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya.
"Operasi ini bukan semata-mata soal penindakan, tapi membangun kesadaran kolektif. Kita tidak ingin pelanggaran kecil berujung pada kecelakaan fatal. Karena itu, edukasi terus kami lakukan secara intensif di lapangan," jelas Chelvin.
Lebih lanjut, Chelvin mengatakan, petugas di lapangan juga diminta untuk tetap bersikap humanis dalam setiap tindakan. Menurutnya edukasi langsung di jalan menjadi salah satu metode yang dinilai efektif untuk menyentuh kesadaran pengendara.
Chelvin menyebut, respons dari masyarakat juga cukup baik terhadap pelaksanaan kegiatan operasi patuh semeru 2025. "Banyak pengendara yang menerima teguran dengan positif karena memang mereka tidak sadar telah melakukan pelanggaran. Dari sana kami bangun komunikasi dan edukasi langsung," jelas Chelvin.
Menurutnya, dalam berkendara di jalan raya, masyarakat diimbau untuk membawa kelengkapan dokumen kendaraan maupun pengendara seperti helm dan lainnya. Selain itu, pengendara juga diimbau agar selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan megutamakan keselamatan saat berkendara.
