Imbas Peringkat Banyuwangi Turun di Porprov Jatim 2025, DPRD Bakal Panggil Dispora dan KONI 

Reporter

Nurhadi Joyo

Editor

Yunan Helmy

16 - Jul - 2025, 07:23

Michael Edy Hariyanto, wakil ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi (foto; Nurhadi Banyuwangi TIMES)


JATIMTIMES - Imbas kegagalan Banyuwangi dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov)  Jatim IX 2025, DPRD Banyuwangi melalui alat kelengkapan dewan (AKD) akan segera memanggil Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Komite Olahraga Nasional (KONI) setempat.

Kontingen Banyuwangi dalam Porprov IX  harus puas di urutan ke 15 dengan mengemas total poin 150 dari perolehan 12 medali emas, 28 perak dan 46 medali perunggu. Turun empat tingkat dari Porprov Jatim VIII  2023 yang berada di urutan 11.

Baca Juga : 4.172 CASN Pemprov Jatim Resmi Terima SK, Kepala BKD: Ini Formasi Terbanyak di Indonesia

Menurut Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Michael Edy Hariyanto, rencana mengundang Dispora dan KONI untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan arah kebijakan dan program pembinaan dan prestasi olahraga daerah.

Michael mengakui, selama ini dirinya tidak pernah melakukan pemantauan arah kebijakan pembinaan dan prestasi olahraga daerah karena terbentur dengan kesibukannya sebagai pimpinan dewan. ” Teman-teman cabor itu sebenarnya mempunyai semangat tinggi dan saya selama ini tidak pernah melakukan pemantauan. Setelah dipercaya menjadi ketua Asosiasi kabupaten PSSI Banyuwangi, saya dapat info dari KONI kalau anggaran pembinaan olahraga kita ini minim, ” ujar Michael, Rabu (16/7/2025).

Menurut ketua Partai Demokrat Banyuwangi tersebut, minimnya anggaran  pembinaan olahraga berakibat menurunnya motivasi pengurus cabor dan cabor dalam mengikuti kejuaraan. Disadari, kemajuan olahraga tidak terlepas dari adanya dukungan anggaran. Dan dengan alokasi anggaran yang memadai, pembinaan olahraga bisa berjalan dengan baik dan maksimal. 

”Kemarin pengurus cabor itu berpikir bagaimana bisa ikut Porprov dengan anggaran yang kecil sekali. Contohnya sepak bola untuk pra-porprov saja kita sudah mengeluarkan biaya tinggi. Sedangkan biaya pembinaan kita hanya diberi Rp. 8 jutaan.  Akhirnya pengurus harus mikir sendiri. Iya kalau mereka mampu. Kalau tidak, bisa buat frustrasi," tambahnya.

Michael menyatakan,  minimnya anggaran pembinaan olahraga akan memberikan dampak negatif terhadap keolahragaan di Kabupaten Banyuwangi. Salah satunya tidak sedikit atlet yang sudah berprestasi memilih pindah ke luar daerah yang bisa menjamin keberlangsungan prestasi dan kesejahteraan mereka.

”Talenta sepak bola putri kita pindah ke Malang karena di sana ada jaminan terhadap prestasinya. Atlet berkuda asli Banyuwangi pindah ke Probolinggo di porprov kemarin dapat medali. Maka  tahun 2027 kita akan minta mereka pulang ke Banyuwangi," imbuhnya.

Untuk mencari solusi permasalahan yang terjadi, DPRD membuka ruang dialog bersama Dispora dan KONI setempat berkaitan dengan berbagai hal. Mulai dari evaluasi program pembinaan olahraga, anggaran hingga pembinaan dan peningkatan prestasi atlet.

Baca Juga : Tagih Janji di Markas Kaesang, Agus Mulyono Guncang PSI Malang Jelang Pemilihan Ketum

”Kita ingin ada kontribusi positif untuk perkembangan olahraga di Banyuwangi dengan harapan anggota dewan bisa ikut memberikan sumbangsih kemajuan dan prestasi olahraga daerah. Namun sayangnya selama ini KONI kurang komunikasi dengan kita,” tambahnya.

Wakil ketua DPRD Banyuwangi asal Fraksi Demokrat tersebut menyampaikan bahwa tuntutan untuk meningkatkan prestasi olahraga daerah cukup tinggi namun tidak diikuti dengan dukungan penganggaran yang memadai.

Mewujudkan prestasi olahraga membutuhkan anggaran yang komprehensif dan terencana. Dengan pengelolaan anggaran yang baik, diharapkan pembinaan olahraga dapat berjalan lancar dan menghasilkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah.

”Banmus DPRD Banyuwangi telah menjadwalkan rapat bersama KONI dan Dispora. Nantinya akan kita minta KONI untuk presentasi program dan kebutuhan anggaran keolahragaan ke depan,” pungkasnya.

 


Topik

Olahraga, DPRD Banyuwangi, Porprov Jatim 2025, KONI Banyuwangi, Dispora Banyuwangi, prestasi atlet,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette