Musim Bediding Datang, Ini 8 Penyakit yang Harus Diwaspadai dan Cara Agar Tubuh Tetap Fit

Reporter

Mutmainah J

10 - Jul - 2025, 06:32

Ilustrasi musim dingin. (Foto: Pixabay)


JATIMTIMES - Fenomena musim bediding atau kondisi suhu udara yang lebih dingin di malam hingga pagi hari mulai terasa di sejumlah wilayah Jawa Timur belakangan ini. Bagi sebagian orang, hawa sejuk yang dibawa musim bediding memang terasa menyenangkan, membuat tidur lebih nyenyak dan suasana terasa lebih nyaman. 

Namun, di balik kesejukan udara, fenomena ini juga menyimpan risiko bagi kesehatan tubuh, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.

Baca Juga : Stadion Brawijaya Kediri Dicat Ulang

Perubahan suhu yang cukup ekstrem, dari siang yang masih hangat ke malam yang sangat dingin, dapat membuat daya tahan tubuh menurun. Tubuh yang tidak beradaptasi dengan baik terhadap udara dingin bisa menjadi lebih mudah terserang penyakit. Selain itu, aktivitas sehari-hari pun bisa terganggu karena kondisi cuaca yang dingin sering kali membuat orang malas bergerak dan lebih memilih berdiam di rumah.

Tak hanya soal rasa dingin, musim bediding juga membawa kelembapan udara yang lebih rendah, yang dapat memicu masalah kulit hingga gangguan pernapasan.

dr. Susana Indahwati, Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penanganan Bencana Dinas Kesehatan Kota Batu, mengungkapkan bahwa ada delapan jenis penyakit yang sering muncul saat musim bediding.

"Ada 8 penyakit yang perlu diwaspadai saat bediding, mulai dari ISPA, flu, hipotermia, asma, radang sendi, kulit kering, hingga masalah pencernaan,” jelas dr Susana Indahwati, dikutip dari detikJatim Kamis (10/7/2025),

Sementara itu, dr Erlina Burhan, Sp.P (K), dokter spesialis paru dari RSUP Persahabatan, menegaskan bahwa suhu dingin memang berpotensi memperburuk kondisi saluran pernapasan, khususnya pada orang dengan penyakit bawaan seperti asma atau penyakit paru lainnya.

“Udara dingin bisa memicu penyempitan saluran napas, menyebabkan sesak, batuk, atau gejala asma yang lebih berat. Karena itu, menjaga kehangatan tubuh dan menghindari paparan langsung udara dingin sangat penting,” tutur dr Erlina Burhan.

Penyakit yang Sering Muncul di Musim Bediding

Berikut daftar penyakit yang lebih rentan menyerang saat suhu udara dingin:

• ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) – sering terjadi akibat perubahan suhu mendadak yang melemahkan daya tahan tubuh.

• Flu atau influenza – mudah menyebar di cuaca dingin, terutama di tempat-tempat ramai.

• Hipotermia – kondisi tubuh kehilangan panas secara cepat sehingga suhu tubuh turun drastis.

• Asma – udara dingin bisa memicu kambuhnya serangan asma.

• Radang Sendi – suhu rendah membuat sendi terasa lebih nyeri, terutama pada lansia.

• Kulit Kering – cuaca dingin menyebabkan kelembapan kulit berkurang.

• Masalah Pencernaan – beberapa orang mengalami gangguan lambung akibat suhu dingin.

Meski musim bediding membawa risiko penyakit, ada banyak cara untuk menjaga kondisi tubuh tetap sehat. dr Susana dan dr Erlina memberikan beberapa tips penting agar masyarakat tetap fit dan bisa beraktivitas normal.

Baca Juga : Mengintip Keindahan Buck Moon 10 Juli: Purnama Juli yang Sarat Makna

Tips Agar Tetap Sehat Saat Musim Bediding

Berikut kiat-kiat agar tubuh tetap bugar selama musim bediding:

1. Kenakan Pakaian Hangat Berlapis

Gunakan jaket, syal, topi, sarung tangan, dan kaus kaki tebal, terutama saat keluar rumah. Lapisan pakaian memudahkan kita menyesuaikan diri terhadap perubahan suhu.

2. Tetap Beraktivitas Fisik

Meskipun udara dingin, usahakan tetap bergerak. Lakukan olahraga ringan di dalam ruangan atau di waktu yang lebih hangat seperti siang hari.

“Olahraga membantu meningkatkan sirkulasi darah dan menjaga suhu tubuh tetap stabil,” kata dr Susana.

3. Jaga Kebersihan Diri

Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah bepergian atau menyentuh permukaan publik. Hindari menyentuh wajah jika tangan dalam keadaan kotor untuk mencegah penyebaran virus dan bakteri.

4. Gunakan Pelembap Kulit

Oleskan pelembap secara rutin, terutama setelah mandi, untuk mencegah kulit kering dan pecah-pecah.

5. Hindari Merokok dan Konsumsi Alkohol Berlebihan

dr. Susana menegaskan, “Merokok bisa melemahkan sistem pernapasan, sedangkan alkohol dapat mempercepat penurunan suhu tubuh, sehingga lebih berbahaya saat cuaca dingin.”

Tambahan Tips dari Ahli

Selain tips dasar, dr Erlina Burhan juga memberikan beberapa saran penting:

Hindari Paparan Udara Dingin Langsung

“Kalau punya riwayat asma atau penyakit paru, gunakan masker atau syal saat keluar rumah agar udara dingin tidak langsung mengenai saluran napas,” ujar dr Erlina.

Perbanyak Konsumsi Cairan Hangat

“Udara dingin cenderung membuat orang malas minum. Padahal saluran napas butuh kelembapan cukup supaya lendir tidak menumpuk,” jelasnya.

Konsumsi Makanan Kaya Vitamin C dan Antioksidan

“Vitamin C berperan besar dalam meningkatkan daya tahan tubuh agar tak mudah terkena infeksi saluran napas,” tambah dr Erlina.

Jaga Ventilasi Ruangan

Dr Erlina juga mengingatkan, “Jangan terlalu menutup rapat rumah karena sirkulasi udara penting agar virus tidak berkumpul di dalam ruangan.”

Dengan menjaga kesehatan tubuh dan mengikuti langkah pencegahan yang tepat, masyarakat bisa tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman meski suhu udara sedang menurun. Mari selalu waspada dan jaga kesehatan saat musim bediding tiba!


Topik

Kesehatan, musim bediding, penyakit musim dingin, tips kesehatan cuaca dingin, cuaca dingin Jawa Timur, dr Susana Indahwati, dr Erlina Burhan,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette