Ustaz Abdul Somad Urai Keistimewaan Berkurban Saat Hari Raya Idul Adha
Reporter
Mutmainah J
Editor
Nurlayla Ratri
19 - May - 2025, 06:32
JATIMTIMES - Ibadah kurban merupakan salah satu ibadah yang dilaksanakan satu tahu sekali pada hari raya Idul Adha.
Ibadah tersebut biasanya dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah setelah salat Idul Adha hingga 13 Dzulhijjah sebelum terbenamnya matahari.
Baca Juga : Gubernur Jatim Tegaskan Tak Ada PMK Jelang Idul Adha, Termasuk di Kabupaten Malang
Sama seperti haji, ibadah kurban tidak bersifat memaksa dan hanya boleh dilakukan bagi mereka yang mampu untuk melaksanakannya.
Namun perlu diketahui oleh sobat JatimTIMES bahwa ibadah kurban memiliki keutamaan yang begitu dahsyat sehingga banyak orang berlomba-lomba untuk meraihnya.
Keistimewaan Berkurban saat Hari Raya Idul Adha
Ustaz Abdul Somad melalui ceramahnya menjelaskan mengenai keistimewaan berkurban saat Hari Raya Idul Adha. Menurutnya, hewan kurban yang sudah dipotong akan datang pada hari kiamat dengan tanduknya, bulunya dan kukunya.
"Kenapa tidak disebut daging dan tulang, justru disebut tanduk, kuku, dan bulu? Karena tanduk, kuku, dan bulu adalah sampah yang dibuang, yang dibuang saja nanti akan datang bersaksi bahwa kau sudah beribadah apalagi dagingnya, tulangnya lemaknya, kulitnya maka semuanya kan bersaksi bahwa engkau sudah beribadah, patuh, tunduk kepada Allah," jelas Ustaz Abdul Somad dikutip dari kanal youtube semuthitamTV, Senin (19/5/2025).
Maka bisa diketahui keistimewaan orang yang berkurban saat Hari Raya Idul Adha adalah hewan kurban meliputi seluruh anggota badannya akan bersaksi atas ibadah yang telah dilakukan didunia di akhirat kelak.
Lebih jauh, ustaz Abdul Somad mengatakan tujuan dan makna berqurban sesungguhnya adalah menyembelih sifat-sifat kebinatangan, yaitu sifat tamak dan serakah.
"Kalau kita berqurban tapi sifatnya masih tamak, masih serakah apa bedanya kita dengan hewan qurban," katanya.
Baca Juga : Harkitnas 20 Mei 2025 Apakah Tanggal Merah?
Oleh sebab itu, hal yang paling utama dari berkurban adalah memakan sedikit dari hewan qurban lalu bagikan kepada fakir miskin, duafa, anak yatim, dan orang susah.
"Maka qurban artinya menyembelih binatang tertentu yang disembelih itu binatang ternak kambing, lembu, onta, sapi, kerbau Pada hari tertentu dengan niat tertentu mendekatkan diri kepada Allah Swt." jelasnya.
Dai yang akrab disapa UAS ini kemudian mengingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW menuntun umatnya agar memilih hewan kurban yang cukup umur, jenis kambing kampung berumur tiga tahun, kambing domba berumur dua tahun sedangkan untuk unta masuk tahun kelima.
"Jangan berikan binatang cacat, matanya buta, hubungannya jika mata buta tidak dapat melihat rumput yang bagus maka dagingnya tidak gemuk, tidak, enak, dan tidak berkualitas," terangnya.
Lalu dianjurkan bagi yang berkurban memakan sebagian dagingnya dan yang paling afdhol adalah hatinya. Ia menambahkan, makanan itulah yang paling utama dikonsumsi pada 10 Dzulhijah.
Namun meskipun demikian, makanan tersebut dikonsumsi setelah melakukan salat Idul Adha. Dan hal inilah yang membedakan antara Hari Raya Idul Adha dengan Hari Raya Idul Fitri. Dimana pada perayaan Idul Fitri sebelum melakukan salat disunnahkan untuk makan terlebih dahulu.
