Hukum Menggelar Acara 'Pamit' Sebelum Berangkat Haji, Boleh atau Justru Dilarang? Ini Kata Ustaz Khalid Basalamah
Reporter
Mutmainah J
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
02 - May - 2025, 01:35
JATIMTIMES - Ibadah haji merupakan ibadah yang sangat istimewa. Sebab, tidak semua orang memenuhi syarat wajib untuk memenuhi panggilan Allah SWT untuk datang ke baitullah. Oleh karena itu, sangat penting untuk mempersiapkan diri sebelum melakukan keberangkatan ke Arab Saudi untuk menjalankan ibadah haji.
Persiapan yang paling umum dilakukan oleh calon jamaah haji adalah membekali diri dengan pengetahuan terkait rukun, syarat, dan wajib haji, agar kita bisa menjalankan ibadah haji dengan baik dan sah. Namun ada persiapan yang cukup unik yang berkembang di Indonesia, yakni pamitan haji.
Baca Juga : Harga Emas Antam Turun di Awal Mei, Bagaimana dengan Emas Perhiasan?
Pamitan haji adalah suatu acara yang diadakan untuk melepas keberangkatan calon jemaah haji ke Tanah Suci. Acara pamitan haji biasanya diisi sambutan dari claon jamaah haji, pembacaan doa, dan dakwah tasyakur walimatul safar hajj.
Acara pamitan Haji ini sangat lumrah dilakukan oleh calon jamaah haji asal Indonesia sebelum berangkat ke Tanah Suci. Lalu bagaimana hukum pamitan haji dalam islam?
Hukum Menggelar Acara Pamitan Haji
Mengenai tradisi yang kerap dilakukan oleh masyarakat Indonesia ini, ustaz Khalid Basalamah dalam salah satu ceramahnya mengatakan jika belum ditemukan riwayat yang menyatakan Nabi Muhammad SAW pernah menggelar acara Pamitan sebelum berangkat Haji atau umroh.
“Tidak pernah ada riwayat yang menyatakan bahwa Nabi SAW pergi haji atau umroh buat ibadah khusus, misal ngundang orang, misal berdzikir, itu belum pernah ada riwayat”, ujar Ustaz Khalid Basalamah dikutip dari channel YouTube ‘Sunnah Kita’ Jumat (2/5/2025).
Ustaz Khalid Basalamah lantas mengatakan apabila ada sahabat Nabi yang hendak ikut baik ibadah haji maupun umroh hanya tinggal bersiap-siap dan berangkat.
“Sudah ngundang orang di rumah, ngga enak kalo ngga ada ininya, baik ditambah lagi ada dzikirnya, dan ditambah dengan hal lain-lain yang tidak pernah Nabi lakukan, akhirnya membuat kesan nanti menjadi sunnah sebuah perbuatan yang bagian dari syariat dan ini berbahaya," jelas Ustaz Khalid Basalamah.
Baca Juga : Tips Menjaga Kesehatan di Musim Panas Arab Saudi Menurut Ahli
Ustaz Khalid Basalamah berpendapat bahwa tidak ada tuntunan dari Nabi Muhammad SAW baik dari tuntunan maupun hadist.
Sebaliknya, Ustaz Khalid menyebut sebuah hadist riwayat Imam Muslim yakni “Innallaha yuhibbul adbat taqiyyal goniyyal khofiyya” yang artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertakwa, yang hatinya selalu merasa cukup dan yang suka menyembunyikan amal sholehnya.”
Artinya sebaiknya ibadah yang merupakan amalan sholeh disembunyikan seperti salat sunnah dan shodaqoh yang wajib untuk disembunyikan.
