Kondisinya Membaik, Korban Insiden Wahana Ekstrem Jatim Park 1 Ingin Segera Kembali Sekolah

Reporter

Prasetyo Lanang

Editor

Yunan Helmy

30 - Apr - 2025, 02:43

Korban insiden wahana 360 pendulum Jatim Park 1, Diaz Putra, saat menjalani pemotongan sebagian gips setelah tiga pekan pasca-operasi (kanan). Diaz saat belajar di rumah dan tak sabar ingin kembali sekolah. (Foto: Istimewa)


JATIMTIMES - Diaz Putra, korban insiden wahana ekstrem 360 pendulum Jawa Timur Park 1 (Jatim Park 1) pada 8 April 2025 lalu, kondisinya dikabarkan membaik. Kondisi  Diaz terus membaik sejak dirinya mulai menjalani fisioterapi. Remaja 14 tahun itu ingin segera sekolah dan pulih seperti sediakala.

"Alhamdulillah semakin membaik. Kemarin baru kontrol ke rumah sakit untuk ortopedik dan fisioterapi. Akhirnya dipotong gipsnya, jadi sampai bawah lutut. Kemarin belajar angkat, belajar jalan, kontrol dan terapi sudah tiga kali," ungkap Diaz saat dikonfirmasi JatimTIMES, Rabu (30/4/2025).

Baca Juga : Dokter AY Diperiksa 8 Jam, Polresta Malang Kota Segera Gelar Perkara

Ia menyebut,  pemotongan atau pengurangan dilakukan setelah pekan ketiga. Tiga pekan berikutnya jika kondisi aman, akan dilakukan pelepasan gips keseluruhan dan melanjutkan fisioterapi.

Siswa salah satu madrasah tsanawiyah (MTs) di  Kota Malang itu mengaku senang bisa menunjukkan perkembangan positif. Apalagi sekarang ia bisa sedikit lebih leluasa bergerak dan melatih kembali fungsi kaki kanannya yang sebelumnya mengalami patah tulang karena jatuh dari wahana 360 pendulum di Jatim Park 1.

Menurut dokter kepada Diaz, proses fisioterapi masih terbagi dalam sedikitnya empat fase. Mulai dari fase belajar berjalan tanpa tongkat, belajar menaiki tangga, lalu fase tiga dan empat tahap di mana agar bisa olahraga lagi.

"Jadi seperti kalau atlet cedera, biasanya harus dipastikan bisa olahraga lagi. Tiap fase sekitar satu setengah bulan," ungkapnya.

Proses terapi diperkirakan butuh waktu cukup lama hingga berbulan-bulan. Diaz mengaku terus mendapatkan dukungan moral dari teman-teman sekolahnya dengan berkunjung ke rumah untuk menjenguk. Selain itu, ia diajak belajar dan kerja kelompok seperti siswa lain.

"Pernah datang ke sini, saya ikut kerja kelompok karena nggak pengen membebani. Jadi ikut semangat," ucapnya.

Atas motivasi yang tinggi, dirinya mengaku akan segera kembali bersekolah. Tepatnya Jumat (2/5/2025) pekan ini. Ia juga mengaku sudah diperbolehkan oleh dokter asalkan mampu dan tidak ada kendala berarti. Diaz menyampaikan keinginan kuat untuk sembuh dan kembali beraktivitas bersama teman-temannya.

Baca Juga : Khofifah Sebut KEK Singhasari jadi Cyber Defense Academy, Siber Ansor Jatim Justru Mengkritik

"Saya hanya pengen biar cepat sembuh, kembali beraktivitas, juga kangen sekolah dan ketemu teman," harapnya.

Ibunya, Dika, turut menyampaikan hal senada bahwa putranya akan segera kembali sekolah. Dika juga menyiapkan alat bantu dan kursi roda untuk keperluan mobilitas Diaz di sekolah. Dirinya tidak ingin membatasi semangat putranya untuk kembali bersekolah.

Di samping itu, ia menyadari proses fisioterapi memerlukan waktu yang tidak sebentar. Ia berharap Diaz bisa pulih segera.

"Teman-temannya juga banyak yang support menanyakan kapan masuk, dan siap membantu Diaz kalau di sekolah. Pihak sekolah juga mendukung dengan memindahkan kelas yang semula di lantai dua ke lantai satu. Alhamdulillah, banyak yang mendukung," timpal Dika.


Topik

Peristiwa, Korban 360 pendulum, korban wahana ekstrem, Jatim Park 1,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette