Kenali Penyebab ADHD pada Remaja, PAFI Berikan Informasi Pengobatan

Reporter

pipit anggraeni

Editor

Redaksi

22 - Apr - 2025, 02:52

Ilustrasi (Foto oleh EyeEm dari Freepik)


JATIMTIMES - Berbicara tentang gangguan kesehatan mental pada remaja, salah satunya yang mungkin dialami adalah ADHD. ADHD (Attention-Deficit Hyperactivity Disorder) pada remaja adalah gangguan perkembangan saraf yang ditandai dengan kesulitan memusatkan perhatian, hiperaktivitas, perilaku impulsif yang lebih sering dan parah dibandingkan remaja lain seusianya. Penderita ADHD pada remaja, akan mengalami kesulitan fokus pada tugas sekolah atau pekerjaan rumah. Menghindari tugas yang membutuhkan konsentrasi mental serta kesulitan dalam hubungan sosial dan keluarga. Prevalensi ADHD berkisar 10,08% hingga 10,47%, di antara anak-anak dan remaja berusia 4 hingga 17 tahun.

PAFI dengan alamat website https://pafirangkasbitung.org adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia berupaya untuk meningkatkan profesionalisme anggotanya. Hal ini bertujuan agar selalu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat di Indonesia.

Baca Juga : 7 Langkah Praktis Resep Membuat Minyak Herbal Sendiri yang Efektif dan Ekonomis

Organisasi kesehatan PAFI aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab ADHD pada remaja, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.

Apa saja faktor penyebab terjadinya ADHD pada remaja?

Pada umumnya, ADHD (Attention-Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan neurodevelopmental yang kompleks dan multifaktorial, artinya penyebabnya melibatkan berbagai faktor yang saling berinteraksi. Pada remaja, ADHD biasanya merupakan kelanjutan dari gejala yang muncul sejak masa kanak-kanak, dan faktor penyebabnya bisa sangat beragam. Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya ADHD pada remaja yang perlu diperhatikan meliputi:

1. Faktor genetik atau keturunan

Penelitian dari PAFI menunjukkan bahwa ADHD memiliki komponen genetik yang sangat dominan. Studi keluarga, kembar, dan adopsi mengindikasikan bahwa risiko seseorang mengalami ADHD meningkat hingga 4-8 kali jika ada anggota keluarga dekat yang juga menderita ADHD. Diperkirakan sekitar 70-80% variasi risiko ADHD disebabkan oleh faktor genetik. ADHD bukan disebabkan oleh satu gen tunggal, melainkan oleh kombinasi banyak gen yang saling berinteraksi, serta interaksi gen dengan faktor lingkungan. Ini menjelaskan mengapa gejala dan tingkat keparahan ADHD bisa sangat bervariasi antar individu.

2. Faktor struktur dan fungsi otak yang berbeda

Penelitian dari PAFI juga menunjukkan bahwa remaja dengan ADHD memiliki perbedaan tertentu dalam volume dan aktivitas beberapa area otak, terutama di lobus frontal, basal ganglia, dan cerebellum. Lobus frontal bertanggung jawab atas fungsi eksekutif seperti perencanaan, pengambilan keputusan, pengendalian impuls, dan perhatian. Pada penderita ADHD, area ini cenderung lebih kecil atau kurang aktif. Beberapa penelitian dari PAFI juga menemukan bahwa perkembangan otak pada anak dan remaja dengan ADHD bisa tertunda sekitar 2-3 tahun dibandingkan dengan teman sebaya. Keterlambatan ini terutama terjadi pada area yang mengatur perhatian dan kontrol diri.

3. Pengaruh masa kehamilan dan kelahiran

Faktor selanjutnya yang menyebabkan ADHD adalah paparan zat berbahaya yang tidak diketahui selama masa kehamilan. Ibu hamil yang terpapar zat kimia berbahaya seperti pestisida dan polutan udara meningkatkan risiko bayi lahir dengan gangguan perkembangan saraf, termasuk ADHD. Zat-zat ini dapat mengganggu perkembangan otak janin secara langsung. Kemudian, stres berat dan infeksi tertentu pada ibu selama masa kehamilan juga dapat mempengaruhi perkembangan otak janin. Hormon stres seperti kortisol yang meningkat secara berlebihan dapat berdampak negatif pada sistem saraf pusat bayi.

4. Pengaruh lingkungan dan gaya hidup

Paparan timbal (lead), pestisida, dan polutan udara di lingkungan tempat tinggal anak dapat merusak perkembangan saraf. Timbal, misalnya, adalah neurotoksin yang dapat mengganggu fungsi otak dan berkontribusi pada gangguan perhatian dan perilaku hiperaktif. Lingkungan keluarga yang penuh stres, kekerasan, konflik, atau kurangnya dukungan emosional dapat memperburuk gejala ADHD. Meskipun faktor lingkungan ini bukan penyebab utama ADHD, mereka dapat memengaruhi bagaimana gejala muncul dan berkembang.

Apa saja obat yang tepat untuk mengobati ADHD pada remaja?

PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab utama dari ADHD pada usia remaja. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala ADHD pada remaja serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:

Baca Juga : 7 Tanaman Obat yang Mudah Dibudidayakan dan Kaya Manfaat untuk Kesehatan Keluarga

1. Obat stimulan

Salah satu jenis obat stimulan untuk mengobati ADHD adalah methylphenidate. Obat ini sering diresepkan oleh apoteker. Methylphenidate bekerja dengan meningkatkan kadar neurotransmitter dopamin dan norepinefrin di otak, sehingga membantu memperbaiki perhatian dan mengurangi hiperaktivitas serta impulsivitas. Obat ini dianggap efektif serta relatif aman dengan dosis yang diberikan oleh apoteker.

2. Obat non-stimulan

Atomoxetine adalah obat selanjutnya yang akan diresepkan oleh apoteker. Obat ini merupakan alternatif bagi pasien yang tidak cocok atau mengalami efek samping dari stimulan. Atomoxetine bekerja dengan mengatur neurotransmitter norepinefrin tanpa efek stimulan yang kuat, sehingga efek sampingnya cenderung lebih ringan. Apoteker juga dapat meresepkan amitriptyline sebagai alternatif dalam pengobatan ADHD, terutama jika terdapat gangguan mood atau depresi yang menyertai ADHD.

Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengurangi gejala ADHD pada remaja adalah terapi perilaku kognitif. Terapi perilaku kognitif (CBT) dan psikoterapi lain dapat membantu remaja mengelola gejala ADHD serta masalah psikososial yang mungkin menyertai. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan rekomendasi obat serta dosis yang sesuai.

Dapatkan informasi kesehatan serta layanan farmasi gratis dengan mengunjungi pafirangkasbitung.org  melalui smartphone Anda.


Topik

Kesehatan, pafi, kesehatan, dunia kesehatan,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette