Lewat Empower Academy Puluhan Disabilitas Malang Diberi Pendampingan hingga Bisnis Mandiri
Reporter
Irsya Richa
Editor
Dede Nana
30 - Mar - 2025, 01:14
JATIMTIMES - Jumlah pekerja disabilitas masih sangat rendah, hanya mencapai 763.925 orang atau 0,55 persen dari total tenaga kerja nasional di Indonesia. Hal tersebut yang melatarbelakangi Bangun Bangsa untuk mengadakan program inkubasi bisnis bagi penyandang disabilitas.
Kegiatan bertajuk ‘Empower Academy’ ini berkolaborasi dengan Ngalup Collaborative Network (Ngalup.co) dan didukung oleh Komunitas Lingkar Sosial (Linksos) dan Malang Creative Center (MCC). Empower Academy kegiatan inkubasi bisnis yang diikuti oleh para disabilitas selama delapan bulan untuk mendapatkan ilmu.
Baca Juga : Biaya Kuliah di ITS Jalur Mandiri, Cek Rincian UKT hingga IPI
Agar nantinya mereka bisa berkembang secara mandiri demi keberlangsungan bisnis yang dimiliki. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan ilmu baru bagi teman-teman disabilitas yang akan membuat usaha dan berkarya sesuai dengan potensi dan keahlian yang dimiliki.
Pada program ini menggandeng 25 penyandang disabilitas di Malang Raya. Para peserta Empower Academy berasal dari disabilitas yang beragam. Seperti netra, tuli, daksa, dan lainnya.
“Program ini diikuti oleh 25 penyandang disabilitas Malang Raya, yang memberikan pendampingan dan membantu para disabilitas untuk mendirikan bisnis selama delapan bulan,” ujar Project Leader Empower Academy, Andina Paramitha.
Perempuan yang juga menjabat sebagai CEO Ngalup Collaborative Network (Ngalup.co) itu menambahkan, pendampingan bisnis yang diberikan mulai dari mentoring dari segi ide bisnis, hingga membantu pembuatan sederet kebutuhan aset berbisnis.
“Mulai dari logo, katalog, foto video, microsite, google my business sampai pada kebutuhan legalitas dan izin usaha. Kami membantu mereka membuat marketing kit. Sehingga, setelah lulus program, mereka bisa langsung tancap gas jualan,” imbuh Andien.
Selain itu, melalui program ini, dengan tagline #BerdayaBerkarya, penyandang disabilitas diharapkan mampu menjalankan bisnis dengan baik dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian karena mereka harus bisa mandiri secara finansial.
“Serta, diharapkan, segala bentuk pendampingan bisnis yang telah diberikan bisa menjadi semangat baru bagi penyandang disabilitas untuk menjalankan bisnisnya agar tak dipandang sebelah mata,” tambah Andin.
Baca Juga : Tiga Tahun Terakhir Pendaftar SNBP UM Alami Peningkatan, Pendaftar Harus Jeli Pilih Jurusan
Beberapa produk disabilitas yang sudah berkembang saat ini, yakni keset, kue kering, batik ciprat, kopi, miller, telur asin, susu kedelai dan masih banyak lagi. Adapun,
“Kami berharap, melalui kegiatan ini, teman-teman disabilitas bisa meningkatkan keterampilan bisnis. Sehingga penyandang disabilitas dapat memberikan kontribusi yang unik, yang tidak hanya bermanfaat bagi organisasi tetapi juga bagi perkembangan sosial dan teknologi secara keseluruhan,” kata dia.
Menurut Andin, program ini juga merupakan wujud komitmen Ngalup.co untuk memberikan dampak nyata dan positif di bidang Sustainable Development Goals (SDGs).
“Hal ini seiring sejalan dengan visi misi Ngalup.co, yakni memberdayakan para pembawa perubahan dengan menyediakan pengembangan keterampilan praktis untuk kolaborasi yang berdampak dan berkelanjutan melalui pengalaman keramahan yang luar biasa,” tutup Andien.
