Viral Dokter Obgyn Diduga Kirim DM Bernada Seksual, Kini Dinonaktifkan dari Tempat Praktik

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy

02 - Sep - 2026, 06:48

Kirana Clinic, tempat dr Muhammad Iqbal berpraktik, menyatakan penugasan dokter tersebut dihentikan sementara. Penonaktifan dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan. (Foto: Instagram)


JATIMTIMES - Dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn) dr Muhammad Iqbal SpOG dinonaktifkan dari tempat praktiknya setelah diduga mengirim pesan direct message (DM) Instagram bernada seksual. 

Kirana Clinic, tempat dr Muhammad Iqbal berpraktik, menyatakan penugasan dokter tersebut dihentikan sementara. Penonaktifan dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Baca Juga : Balita 3 Tahun Korban Penganiayaan Ibu Kandung dan Kekasihnya Keluar PICU, Kondisinya Mulai Membaik

Keputusan itu disampaikan manajemen Kirana Clinic melalui akun Instagram resminya pada Rabu (2/9/2026). Manajemen menyebut pihaknya telah meminta klarifikasi dari dokter yang bersangkutan terkait percakapan yang beredar.

"Manajemen menyatakan bahwa permasalahan di media sosial yang diduga dilakukan oleh dr Muhammad Iqbal SpOG tersebut merupakan percakapan yang sifatnya pribadi dan terjadi di luar lingkungan proses pelayanan kesehatan Kirana Clinic," demikian pernyataan manajemen Kirana Clinic.

Meski menyebut percakapan tersebut terjadi di luar lingkungan pelayanan klinik, manajemen tetap meminta dokter yang bersangkutan memberikan penjelasan.

"Sebagai bentuk tanggung jawab profesi, manajemen telah meminta yang bersangkutan memberi klarifikasi agar permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik," lanjut manajemen.

Kirana Clinic kemudian mengambil langkah administratif dengan menonaktifkan penugasan dr Muhammad Iqbal.

"Penugasan dr Muhammad Iqbal SpOG di Kirana Clinic kami nonaktifkan sampai batas waktu yang belum ditentukan akibat situasi ini," tulis manajemen.

Pihak klinik juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang muncul akibat persoalan tersebut.

"Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan," demikian pernyataan tersebut.

Sebelumnya, kasus ini bermula dari unggahan seorang perempuan di media sosial Threads. Ia mengaku mendapatkan pesan melalui DM Instagram yang menurutnya bernada seksual.

Dalam unggahannya, perempuan tersebut mengatakan dirinya sudah beberapa kali menerima pesan tidak pantas dari orang lain. Namun, ia mengaku terkejut karena pesan yang kali ini disebut berasal dari akun yang diduga merupakan akun asli seorang dokter obgyn.

"Guys di sini aku bukan mau so-soan atau gimana, mungkin sebagian orang bakalan komentar 'ya wajar di komen jorok toh pakaiannya seperti itu'. Ya aku sangat menghargai pendapat seperti itu dari sebagian kalian, tapi ya tidak bisa dipungkiri memang badan aku bongsor sekali," tulis akun tersebut di Threads.

Baca Juga : Era Baru Angkutan Pelajar Kota Malang, Bus Halokes Masih Tunggu Kepastian Peran

Ia kemudian membandingkan pesan yang diterimanya dengan pengalaman sebelumnya. Menurut dia, pesan tidak pantas memang pernah masuk ke akun media sosialnya, tetapi kali ini berbeda karena pengirimnya diduga merupakan seorang dokter.

"Sebenarnya banyak juga kok yang DM-DM aku lebih dari apa yang dokter ketik. Tapi sejauh ini baru kali ini aku dapat DM jorok dari akun real dan maaf dia seorang 'DOKTER OBGYN'. Kebayang tidak sama kalian?" lanjutnya.

Percakapan yang berasal dari akun Instagram @iballmd kemudian viral dan menjadi perhatian warganet.

Dugaan tersebut juga mendapat perhatian dari Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI).

Ketua Umum PP POGI Prof Dr dr Budi Wiweko SpOG SubspFER mengatakan pihaknya menyesalkan dugaan tindakan tersebut. Namun, POGI tidak ingin langsung mengambil kesimpulan sebelum informasi yang beredar diperiksa lebih lanjut.

"Kami sangat menentang keras hal ini. Tapi, kami akan cek dulu," kata Budi, Rabu (2/9/2026).

Budi mengatakan sampai saat ini belum ada laporan resmi yang diterima POGI terkait dugaan tersebut. Meski demikian, organisasi profesi itu terbuka untuk memberikan bantuan dan pendampingan kepada pihak yang merasa menjadi korban.

POGI juga memiliki mekanisme internal untuk menangani dugaan pelanggaran etik oleh dokter.
Jika setelah pemeriksaan terbukti terjadi pelanggaran, dokter yang bersangkutan dapat diproses melalui mekanisme yang berlaku di organisasi profesi.

"Akan disidangkan di Dewan Pembina POGI. Ada panduannya, jenis pelanggarannya apa, sanksinya bagaimana," pungkas Budi. 


Topik

Peristiwa, Dokter obigyn, DM seksual, dokter diskors,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette