Kemarau Panjang Mulai Cekik Warga Pesisir, PDIP Gresik Kirim 20 Ribu Liter Air Bersih

Reporter

Syaifuddin Anam

Editor

Yunan Helmy

01 - Sep - 2026, 04:40

Kader PDI Perjuangan Gresik saat melakukan dropping air bersih kepada warga Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Selasa (1/9/2026).


JATIMTIMES – Kemarau panjang mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di wilayah pesisir utara Kabupaten Gresik. Merespons kondisi tersebut, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik bergerak cepat memberikan bantuan air bersih kepada warga terdampak.

Salah satunya di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Selasa (1/9/2026). Sebanyak 4 truk tangki dengan total 20 ribu liter air bersih dikirim langsung ke desa tersebut. Bantuan ini diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, mulai dari air untuk minum, memasak hingga keperluan sanitasi.

Baca Juga : Pemkot Surabaya Komitmen Digitalisasi Parkir Tepat Waktu Dan Transparan  

Distribusi air bersih ini menyasar permukiman warga yang mulai mengalami penurunan debit air sumur maupun gangguan pasokan air perpipaan. Langkah tersebut menjadi bagian dari kepedulian PDI Perjuangan Gresik terhadap masyarakat yang terdampak kondisi alam.

Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gresik Lucia Rinny Plamilasari mengatakan, kebutuhan air bersih menjadi persoalan mendesak yang harus segera direspons, khususnya di wilayah yang mulai mengalami kekeringan.

"PDI Perjuangan berkomitmen untuk tidak sekadar berpolitik, tetapi juga memberikan solusi konkret terhadap problem sosial masyarakat. Hari ini kami mengirimkan 20 ribu liter air bersih ke Desa Randuboto," ujarnya saat dropping air bersih, Selasa (1/9/2026).

Menurut dia, air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak bisa ditunda. Terlebih, kawasan pesisir utara Gresik memiliki potensi kekeringan yang cukup tinggi ketika musim kemarau berlangsung panjang.

Selain bantuan darurat berupa dropping air bersih, PDI Perjuangan Gresik juga mendorong penanganan kekeringan secara berkelanjutan. Kader partai yang berada di jajaran pemerintahan maupun Fraksi PDI Perjuangan DPRD Gresik didorong untuk ikut mengawal kebijakan penanganan krisis air.

Upaya tersebut antara lain melalui penguatan alokasi anggaran, percepatan pembangunan infrastruktur pipanisasi, serta penguatan sinergi antarlembaga. Langkah jangka panjang ini dinilai penting agar persoalan keterbatasan air bersih tidak terus berulang setiap musim kemarau.

Baca Juga : Realisasi Pajak Daerah Kabupaten Malang Capai 69,49 Persen, PBB Beri Sumbangan Tertinggi

PDI Perjuangan Gresik memastikan gerakan sosial tersebut tidak berhenti di Desa Randuboto. Pemetaan terhadap wilayah yang mengalami dampak kekeringan terus dilakukan untuk menentukan desa-desa lain yang membutuhkan bantuan air bersih.

Bagi Pemerintah Desa Randuboto, bantuan tersebut menjadi angin segar bagi warga yang mulai merasakan dampak kemarau panjang. Kepala Desa Randuboto Andhi Sulandra menyampaikan apresiasi atas kepedulian PDI Perjuangan Kabupaten Gresik yang turun langsung membantu masyarakat.

"Ini sangat membantu masyarakat. Bantuan datang tepat waktu karena warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang," ujarnya.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus menjadi respons cepat menghadapi ancaman krisis air bersih yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Gresik.


Topik

Peristiwa, Bantuan air bersih, Gresik, PDIP, musim kemarau, kekeringan di pesisir,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette